Terkini.id, Jakarta – Ulama NU, Ustaz Sukron Makmun menilai sikap politik Din Syamsuddin norak. Bahkan, ia menyebut Mantan Ketua Umum Muhammadiyah itu mempunyai agenda politik tertentu.
Penilaian pendakwah Nahdlatul Ulama (NU) tersebut terhadap Din Syamsuddin disampaikannya saat tampil di video wawancara yang tayang di kanal Youtube Tagar TV, seperti dilihat pada Minggu 28 Februari 2021.
Dalam tayangan tersebut, awalnya Sukron Makmun menyebut pemikiran Din Syamsuddin tidak radikal. Namun, gerakan politiknya saat ini cenderung norak.
“Saya tahu betul pemikiran beliau tidak radikal, tapi gerakan politik beliau akhir-akhir ini agak norak. Justru bisa bikin runtuhkan citra beliau,” ujar Ustaz Sukron Makmun dalam tayangan video tersebut.
Ia melihat hal tersebut dari sejumlah manuver Din yang getol mengkritisi rezim berkuasa saat ini. Menurutnya, di tiap kesempatan selalu ada celah yang coba dikritisi oleh Din Syamsuddin.
- Soal Kenaikan Harga BBM, Din Syamsuddin Sebut Jokowi Rezim yang Tidak Pro Rakyat!
- Din Syamsuddin: Kita Kehilangan Kepercayaan kepada MK
- Din Syamsuddin: Penegakan Hukum Kini Tidak Luput dari Mafia!
- Soal Kasus Ferdy Sambo, Mantan Ketua Muhammadiyah: Runtuhkan Sendi Negara Indonesia
- Masih Anti Cina? Din Syamsuddin: Islam Sejalan Dengan Ajaran Tionghoa!
Lantaran hal itu, Ustaz Sukron menilai sikap Din tersebut belakangan justru telah menciderai kiprah positifnya selama ini di forum nasional dan intenasional yang sudah dibangun sejak lama.
Ia pun menduga sikap Din yang agak norak itu ditengarai karena ada ambisi politik tertentu. Atau bisa jadi, kata Sukron, karena Din sudah terkontaminasi oleh kelompok pergaulannya.
“Sepertinya dia punya agenda politik tertentu, indikasi ke sana ada. Mungkin ada hal yang dia rasa belum terakomodir. Walaupun selama ini pemerintah sudah banyak sekali mengakomodasi beliau, di berbagai posisi,” tutur pengurus NU Banten ini.
Seharusnya, menurut Sukron, seorang pembesar negeri seperti Din Syamsuddin dinilai tak perlu menjadi golongan yang gampang masuk angin. Di mana integritas yang akan membawanya pada sikap tak terpengaruh.
“Harusnya dia sebagai tokoh mesti hati-hati, karena seorang tokoh implikasinya luar biasa,” kata Sukron.
Mengutip Hops.id, Sukron dalam tayangan video tersebut juga mengomentari langkah pelaporan yang diambil GAR ITB terhadap Din Syamsuddin soal kedisiplinan sebagai ASN atau PNS.
Menurutnya, secara pemikiran Din bukanlah seorang radikalis. Sebab dia tahu betul, jika Din selama ini aktif dalam dialog kiprah antar agama, kerukunan beragama, dan sebagainya, di level nasional maupun internasional. Ini merupakan salah satu bukti kalau dia bukan seorang radikal.
“Beliau jauh dari radikal, beliau juga alumni Amerika. Tetapi kalau secara politik, bisa dikatakan beliau radikal,” ungkap Ustaz Sukron Makmun.
Hal tersebut dikatakan Sukron lantaran dirinya menilai Din Syamsuddin kerap dikenal bagian dari sistem. Dia dekat dan akrab dengan tokoh-tokoh elite politik negeri. Akan tetapi kini dia getol seolah menganggap Pemerintah tak bisa berbuat apa-apa.
“Padahal dari dulu zaman Pak Harto dia juga aktif masuk sistem, setelah Pak Harto dia juga aktif di pemerintahan. Dan saat dia bagian dari sistem tak pernah tuh bisa mengubah secara signifikan. Sekarang seolah pemerintah salah, menurut saya tidak etis. Istilahnya agak norak,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
