GAR ITB Soal Tudingan Radikalisme ke Din Syamsuddin: Kenapa Baru Ribut Sekarang?

Terkini.id, Jakarta – Gerakan Anti Radikalisme alumni Intitut Teknologi Bandung (GAR ITB) akhirnya angkat bicara tindakan mereka yang melaporkan Din Syamsuddin kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas dugaan radikalisme.

GAR ITB membantah bahwa pihaknya melaporkan Din Syamsuddin berkali-kali. Mereka menyampaikan bahwa laporan tersebut telah masuk sejak Oktober lalu dan masih terus diproses.

“Jadi, itu sebenarnya kelanjutan, kok. Kita bukan beberapa kali (mempersoalkan Din Syamsuddin),” ujar Shinta Madesari, Juru Bicara GAR ITB pada Sabtu, 13 Februari 2021 seperti dilansir dari Pikiran-rakyat.com.

Baca Juga: Bikin Acara Ceramah, Pegawai BUMN Dipecat Demi Cegah Paham Radikalisme

Shinta Madesari menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan surat menyurat dengan pihak KASN beberapa kali

Ia membeberkan bahwa kini laporan mereka telah ditangani oleh Satuan Tugas (Satgas) Anti-radikaslisme Surat Keputusan Bersama (SKB) 11 Menteri.

Baca Juga: Bahas Radikalisme, Denny Siregar: Biasanya Cewek Pakai Burka dan Cowok...

“Terakhir, Rabu, 3 Februari 2021 kemarin, KASN hanya menyurati kita bahwa kasus ini sedang ditangani oleh Satgas Anti-radikaslisme SKB 11 Menteri,” ujarnya.

Selanjutnya Shinta juga mempertanyakan tentang ramainya kasus ini dibicarakan beberapa hari ini, padahal laporan mereka masuk sejak Oktober 2020 lalu.

“Jadi ini bukan kasus baru sebenarnya. Jadi, saya bingung kenapa baru diributin sekarang? Kita lapornya sudah Oktober 2020 kok,” jelasnya.

Baca Juga: Denny Siregar Soroti Usia Muda Pelaku Teror: Lebih Sibuk Bicara...

Seperti diketahui, laporan radikalisme terhadap Din Syamsuddin menjadi perbincangan hangat beberapa hari ini.

Di twitter, kata kunci seperti “Muhammadiyah”, “radikalisme”, dan juga “Din Syamsuddin” menjadi trending.

Beberapa pejabat, tokoh publik, dan organisasi besar juga memberikan komentar terkait laporan ini.

Salah satu yang memberi kritikan terhadap GAR ITB mengenai laporan mereka terhadap Din Syamsuddin yaitu Majelis Ulama Indonesia.

Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional menyampaikan bahwa laporan tersebut adalh fitnah yang keji.

“Ini adalah tuduhan dan fitnah keji yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kepada seorang tokoh dan pemimpin muslim penting tingkat dunia yang sangat dihormati karena dalam waktu yang panjang telah mempromosikan Wasatiyatul Islam atau Islam Moderat di berbagai forum dunia,” kata Sudarnoto pada Jumat, 12 Februari 2021 seperti dilansir dari kumparan.com.

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah juga mengecam keras laporan GAR ITB.

Muhammadiyah Razikin, Ketua Hukum dan HAM PP Pemuda bahkan menegaskan bahwa tuduhan GAR ITB dapat memicu kemarahan umat Muhammadiyah secara keseluruhan.

“Langkah kelompok GAR ITB itu dapat memicu kemarahan warga Muhammadiyah secara keseluruhan.

Jadi, saya peringatkan kepada GAR ITB, kalian jangan coba-coba ganggu Prof Din, jika kalian ingin mendepak Prof Din dari wali amanat ITB, silakan kalian tempuh prosedur yang benar.

Tidak boleh kalian menuduh dan menuding Prof Din sebagai tokoh radikal yang hanya memicu masalah yang lebih besar,” tegas Razikin pada Jumat malam, 12 Februari 2021, dilansir dari JPNN.com.

Sponsored by adnow
Bagikan