Terkini.id, Parepare – Setelah beredarnya Surat Pernyataan terkait aliran dana milik Kas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Parepare yang digunakan untuk pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 sebesar Rp1,5 miliar, uang tersebut diberikan kepada salah satu pengusaha asal Papua H Hamzah.
Kasus inipun telah masuk tahap Penyelidikan di Kepolisian Resort Parepare dengan perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Dinkes Parepare, terkait dugaan raibnya dana sebesar Rp 6,7 miliar pada dinas tersebut.
Untuk itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel berencana akan mengambil alih penanganan dugaan kasus korupsi tersebut, namun terlebih dahulu pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap Kepala Reserse Kriminal Khusus Parepare, Iptu Asian Sihombing.
“Senin saya panggil Kasat Reskrimnya ke Polda untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan hambatan kasu yang ditangani,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono via pesan singkat, Jumat, 21 Juni 2019.
Kasus dugaan korupsi Dinkes Parepare jadi sorotan pegiat anti korupsi
Langkah yang diambil itu karena kasus tersebut menjadi sorotan publik dan pegiat anti korupsi, salah satunya Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi.
- Tahanan Narkoba Polres Parepare Tewas Diduga Dianiaya, Keluarga Ungkap Pemerasan oleh Oknum Polisi
- Polres Parepare Terima Laporan Pembubaran Jemaah Salat Jumat di Tengah Pandemi
- Usai Apel Pagi, Jajaran Polres Parepare Mendadak Dites Urine Propam
- Operasi Zebra 2019, Ini Imbauan Polres Parepare
- Polres Parepare Gagalkan 14 Bungkus Sabu Siap Edar
Ia tak menampik adanya desakan dari sejumlah lembaga pegiat anti korupsi di Sulsel agar pihaknya segera mengambil alih penanganan kasus dugaan suap proyek DAK Kota Parepare yang sementara ditangani oleh Polres Parepare tersebut.
“Makanya saya panggil dulu Kasat Reskrimnya untuk menanyakan apa hambatan penyelidikan kasus yang dimaksud,” terang Yudhiawan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
