Makassar Terkini
Masuk

Bahlil Sebut IKN Harga Mati, Gigin Praginanto: Pokoknya Silahkan Hidup Susah Asalkan IKN Tetap Jalan

Terkini.id, Jakarta – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pembangunan IKN harus tetap dilaksanakan dan IKN adalah harga mati.

Pernyataan Bahlil ini lantas mendapat tanggapan dari pengguna media sosial, Gigin Praginanto yang sontak melayangkan sindiran bernada satire untuk bahlil di akun media sosial Twitter miliknya yang dilihat pada, Jumat 22 Juli 2022.

Gigin Praginanto menyebutkan dalam sindiran bernada satirenya, pokoknya silahkan hidup susah asalkan IKN tetap jalan.

Selain itu, dalam kalimat sindirannya, Gigin juga menyinggung mengenai pencabutan Subsidi yang ia duga dilakukan demi pembangunan IKN.

Pencabutan subsidi demi IKN, dikatakan Gigin telah membuat petani kelabakan karena naiknya harga pupuk sehingga sulit dijangkau.

“Pokoknya demi IKN subsidi dicabuti sehingga petani kelabakan karena harga pupuk terbang tinggi”, kata Gigin Praginanto.

Selain harga pupuk yang melambung tinggi karena pencabutan subsidi, Gigin juga menuturka jika pengendara roda dua juga turut merasakan imbas pencabutan subsidi karena harga BBM turut dinaikkan.

Menurutnya, kesulitan rakyat semakin bertambah setelah pajak menekan rakyat. Olehnya itu dia kemudian mengatakan untuk silahkan hidup susah asalkan IKN tetap jalan.

“Pengendara kendaraan bermotor pusing karena harga BBM dinaikkan, rakyat ditekan dengan kenaikan pajak. Pokoknya silahkan hidup susah asalkan IKN tetap jalan”, ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, Bahlil Lahadalia menegaskan pembangunan IKN harus tetap berjalan dan tidak ada kata mundur dalam hal pembangunan.

“Menurut saya tidak ada kata mundur, IKN harga mati dan harus tetap jalan terus”, kata Bahlil Lahadalia.

Menurut penyampaian Bahlil, beberapa investor telah menyatakan kesediannya untuk melakukan investasi di IKN.

Ketertarikan investor itu dikatakan Bahlil, karena lokasi IKN yang dinilai ramah lingkungan dan memiliki teknologi tinggi, ada pula harga tanah di Kawasan itu masih tergolong murah.

“Yang ketiga, Kawasan-kawasan awalnya ini dibangun pemerintah terkait dengan infrastruktur dasar sehingga kecenderungan untuk nilai ekonominya tinggi itu udah di depan mata”, ujar Bahlil.