Gowa Target Bebas Kusta 2030

Peringatan Hari Kusta Sedunia Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 2020 di Desa Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat, Jumat 24 Januari 2020.

Terkini.id, Gowa  -Penyakit kusta masih menjadi ancaman besar bagi Indonesia, tercatat negara kita masih berada pada peringkat ketiga di dunia  bahkan di Asia berada pada posisi pertama. Setiap tahunnya ditemukan sekitar 17 hingga 20 ribu kasus kusta yang teridentifikasi.

Untuk tingkat Sulsel angka prevelansi 1/1.000 penduduk termasuk Kabupaten Gowa. Sepanjang 2019 ditemukan 108 kasus dengan prevalensi rate sebesar 10.000 penduduk 1.5 bahkan naik dari prevelansi rate tahun sebelumnya 1.4.

Melihat kondisi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr. Hasanuddin menegaskan bahwa Gowa menargetkan bebas kusta di tahun 2030.

“Kami ikut dalam program nasional agar Gowa bebas penyakit kusta di tahun 2030,” ujarnya pada Peringatan Hari Kusta Sedunia Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 2020 di Desa Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat, Jumat 24 Januari 2020.

Menurutnya, tingginya angka penderita penyakit kusta di Gowa, sehingga tim Dinas Kesehatan giat untuk mencari hingga lingkungan ke bawah.

“Penyakit kusta itu bagaikan fenomena gunung es diatas terlihat sedikit tetapi di bawah banyak. Kami melakukan pencarian mulai dari sekolah hingga rumah-rumah. Karena kami bergerak mencari maka temuan kasus di lapangan bertambah,” tambahnya.

Ia melanjutkan bahwa penyakit kusta ini sangat inpeksius, masa inkubasinya 4 hingga 5 tahun. “Misalnya si A penderita kusta yang berinteraksi dengan si B, maka gejala penyakit kusta si B akan muncul 4 tahun tahun kedepan. Jadi rentan waktunya memang sangat lama tapi bisa sembuh,”  tambah dr Hasanuddin.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis  menjelaskan dampak jangka panjang kusta bagi penderitanya.

“Penyakit kusta memang tidak mematikan, tetapi kecacatan yang ditimbulkannya akan mencuri masa depan penderitanya. Akibatnya yang bersangkutan akan menjadi beban sosial dan ekonomi bagi keluarga dan masyarakat di lingkungannya,” kata Muchlis.

Kasus penyakit ini di wilayah Gowa banyak di temukan di dataran   rendah yang padat penduduk seperti Kecamatan Pallangga, Barombong, Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo dan Bontonompo Selatan. Sementara untuk dataran tinggi juga ada namun persentasenya masih kecil dibanding dataran rendah.

Salah satu penderita kusta yang telah berhasil sembuh sekaligus Ketua  Permata (Perhimpunan Mandiri Kusta) Kabupaten Gowa, Rahma berbagi kisah hidupnya pernah mengidap kusta.

“Saya pernah mengidap kusta dan menjalani proses pengobatan hingga dinyatakan sembuh. Dukungan dari orang-orang sekeliling menjadi penyemangat terbesar saya ingin sembuh,” bercerita dihadapan Sekda Gowa bersama jajaran SKPD lingkup Pemkab Gowa.

Tahun 2020 ini Peringatan Hari Kusta Sedunia mengambil tema “Dunia Bebas Kusta dengan Pengetahuan dan Cinta dilakukan juga penyerahan Piagam Penghargaan Peduli Kusta kepada Camat Bajeng Barat, 7 orang Kades dan Kepala Puskesmas Gentungan dalam rangka Hari Kusta Sedunia Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 2020 dan screening penyakit kusta pada para siswa SD Tanabangka, Kecamatan Bajeng Barat oleh Puskesmas Gentungan

Komentar

Rekomendasi

Dijagokan di Pilkada Bulukumba, Ini Prestasi Pipink untuk Nasdem

Pulang dari Baksos di Cindakko, Mahasiswi Universitas Mega Rezky Hilang Diduga Hanyut

Tagih Utang, Pria Diduga Debt Collector Ini Caci Maki Tentara dengan Nama Binatang

Sebut Wanita Bisa Hamil Saat Berenang, Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty Minta Maaf

Videonya Viral, Satpam yang Usir Bapak Penjual Parfum dengan Kasar Minta Maaf

Gara-gara Bungkusan Makanan, Emak-emak Ini Tampar Penumpang Kereta

Perkuat Image Safety Riding, Astra Motor Makassar Gencarkan Kampanye #Cari_aman

Benarkah Sperma Bisa Berenang di Kolam dan Membuat Hamil seperti Kata Anggota KPAI?

Dua Lagi Jenazah Dievakuasi Tadi Subuh, Basarnas: Semua Korban Susur Sungai Sudah Ditemukan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar