SAAT ini umat Islam di seluruh dunia bersiap-siap menyambut datangnya hari-hari penting di bulan haji.
Bahkan saat ini pun musim haji yang penuh hiruk pikuk itu telah mulai terasa.
Penerbangan jamaah haji dari berbagai negara dunia sudah dilakukan sejak beberapa waktu terakhir.
Haji memang adalah ibadah yang paling menghebohkan. Tentu selain karena merupakan kewajiban sekali se umur hidup.
Juga karena haji itu memerlukan persiapan yang banyak. Apalagi dalam konteks Indonesia yang antriannya di saat suasana tidak normal ini mencapai 99 tahun di beberapa daerah.
Sehingga wajar ketika seseorang terpilih melaksanakan ibadah ini menjadi kebahagiaan sekaligus kehormatan komunal yang besar.
- CJH Soppeng Gagal Berangkat Haji, diketahui tengah mengandung 10 minggu
- Pelantikan IPHI Sulsel, Rahman Pina: Haji adalah Figur Teladan di Lingkungannya
- Sistem Kuota Haji Berubah, DPRD Sulsel Dorong Penambahan Kuota Jamaah
- Haruskah Titel Haji atau Hajjah di Depan Nama, atau Cukup Jadi Kenangan Dalam Ibadah Haji?
- BSI Terima Penghargaan dari OJK Setelah Sukses Buka 1,4 Juta Rekening Anak hingga Haji
Di berbagai daerah diekspresikan dengan berbagai tradisi yang berbeda.
Tapi yang pasti ada satu hal yang menarik dari panggilan menunaikan ibadah haji ini dalam Al-Quran.
Allah SWT tidak lagi menggunakan kata spesifik “orang-orang beriman”, yang biasanya dipahami secara konsensus sebagai panggilan kepada umat Islam.
Ketika Allah memanggil orang-orang beriman untuk menunaikan ibadah haji, justeru penggilan itu bersifat kemanusiaan. Panggilan yang bersifat universal, seolah tanpa batas.
Hal ini dapat kita lihat pada ayat-ayat berikut:
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
