Harga Gula Pasir di Pasaran Melonjak di Tengah Pandemi Corona

Penjabat Walikota Makassar lakukan rapat koordinasi

Terkini.id, Makassar – Harga gula pasir di pasaran melonjak di tengah pandemi Corona atau Covid-19. Saat ini harga gula pasir berkisar Rp18-19 ribu.

“Ini sudah di atas harga eceran tertinggi yakni 12.500 rupiah per kilogram,” kata Penjabat Wali Kota Makassar, M Iqbal Samad Suhaeb.

Sebagai antisipasi, Iqbal mengusulkan ke pemerintah pusat untuk memberi peluang pengusaha lokal sebagai importir gula pasir.

Iqbal menyampaikan usulan ini pada acara meeting virtual dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah bersama dengan seluruh kepala daerah se-Sulawesi Selatan.

Menurut Iqbal, ketersediaan komoditi di Makassar sejauh ini masih dalam status aman.

Menarik untuk Anda:

“Kita ada stok di PTPN sebanyak 600 ton metrik, tapi itu belum memiliki SNI, masih raw sugar, serta ada juga tambahan persedian 1000 ton di Parangloe,” ungkapnya.

Selain itu, Iqbal juga berencana melakukan operasi pasar, termasuk pada saat mendekati bulan puasa.

“Untuk beras saat ini kondisinya masih cukup dengan stok 35.000 ton metrik” ujar Iqbal saat memberikan laporan ke Nurdin Abdullah.

Hal lain yang disampaikan Iqbal yakni kondisi ketenagakerjaan di Makassar ditengah pandemi Virus Covid-19.

“Kami telah minta kepada pengusaha, Dewan Pengupahan Makassar, para pekerja dan serikat pekerja untuk menerapkan shift kerja. Selain itu, perusahaan wajib memfasilitasi pekerja yang terindikasi sakit.

Pemerintah Kota Makassar membuka layanan pengaduan bagi pekerja di nomor 0853 3335 3595.

Selain itu, untuk mengangkat ekonomi masyarakat, khususnya UMKN, Pemkot Makassar telah memesan masker, hand sanitizer, dan beberapa produk rumahan lainnya yang diproduksi UMKM.

“Sehingga jika nanti kondisi ini terus berkelanjutan, mereka masih tetap bisa survive,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat memberikan pengarahan, meminta kepada Iqbal agar mengumumkan kepada seluruh warga Makassar agar jangan ada yang pulang kampung.

“Semua berdiam diri dulu di Makassar, tinggal di rumah. Kita tidak tahu statusnya seperti apa, apakah OPD, PDP atau positif. Makanya jauh lebih aman jika di Makassar saja dulu, termasuk pula yang akan ke Makassar agar ditahan dulu hingga situasi kondusif,” serunya.

Nurdin mengatakan, saat ini, pihaknya memilki tiga laboratorium yang dalam sehari bisa mengeluarkan enam puluh sampel.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pj Rudy Apresiasi Keterlibatan Organisasi Kepemudaan dalam Edukasi Covid-19

Dinkes Beri Gambaran Pemberlakuan Surat Bebas Covid-19 di Makassar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar