‘Hello Brother…’ Daoud Sempat Menyapa Teroris Sebelum Diberondong Peluru

Daoud Nabi (71 tahun) semasa hidup.(ist)

Terkini.id – Daoud Nabi (71 tahun), selalu berusaha ramah kepada siapapun. Termasuk kepada teroris yang datang ke masjid Al Noor Christchurch tempatnya beribadah siang itu, Jumat 15 Maret.

Kepada teroris yang datang ke masjid, Daoud menyambut dengan ucapan: “Hello, brother” dengan tangan diangkat, terbuka.

Dua kata itu rupanya sekaligus menjadi kalimat terakhirnya.

Pria yang datang ke masjid dan dia sambut dengan ramah, yakni Brenton Tarran kemudian melepaskan peluru ke badannya. Sapaan ‘Hello brother’ dari Daoud itu terekam dalam video livestreaming yang disiarkan Brenton, si pria teroris itu.

Daoud Nabi tercatat sebagai korban pertama dalam insiden penembakan biadab di Masjid Al Noor Christchurch Selandia Baru.

Daoud Nabi sedang berada di pintu masjid saat ditembak. Aksi Daoud yang menyapa sambil menaikkan tangan kosong tersebut setidaknya telah membantu memperlambat aksi terorisme.

Beberapa jemaah lain di dalam masjid yang mendengarkan bunyi tembakan, paling tidak punya kesempatan untuk melarikan diri.

Karena Daoud, Irfan Yunianto misalnya punya kesempatan untuk bisa kabur lewat pintu emergency exit.

“Saat saya salat tahiyatul masjid dan mendengar khotbah sedikit, tidak sampai lima menit dari pertama masuk masjid saya mendengar suara letusan, duar..duar,” kata mahasiswa program doktoral asal Indonesia itu, seperti dilansir dari okezone.com.

Seperti Jemaah lain yang lolos, Irfan ikut lari ke luar, ke parkiran mobil di belakang, kemudian memanjat pagar.

Daoed Tahu Akan Ditembak

Dari video yang beredar di media sosial (medsos), warganet yang menyaksikan meyakini Daoud Nabi tahu bahwa Brenton Tarrant membawa senjata dan mengarahkan senjatanya kepada dirinya.

Akan tetapi, Daoed memberanikan diri untuk menjadi ‘tameng’ melindungi jemaah yang berada di dalam masjid.

“Daoud Nabi, adalah yang pertama dari 49 korban #ChristChurch yang diidentifikasi. Dia berdiri di pintu, siap untuk berdoa, dan menyambut teroris dengan kata-kata ‘Hello, brother’, dan itu adalah kata-kata terakhirnya. Sang kakek meninggal saat mencoba menyelamatkan orang lain dari peluru,” terang salah seorang pengguna Twitter.

Imigran Afghanistan

Daoud sendiri lahir di Afghanistan. Dia pindah ke Selandia Baru pada 1980-an karena melarikan diri dari invasi Uni Soviet.

Dia dikenal sangat baik terhadap imigran yang membutuhkan pertolongan. Lelaki pencinta mobil vintage itu juga merupakan presiden dari asosiasi lokal Afghanistan di Selandia Baru.

“Apakah Anda berasal dari Palestina, Irak, Syria – ia adalah orang pertama yang mengulurkan tangannya kepada Anda,” kata anaknya Omar saat kepada NBC News.

Daoud menghabiskan sisa hidupnya di negeri yang dianggapnya tenang dan damai itu, dan mencoba membantu para pengungsi memulai kehidupan baru, dan memastikan mereka diberi makan dan dilindungi.

Nabi meninggalkan empat putra, satu putri, dan sembilan cucu yang sangat ia cintai. “Cucu-cucunya sangat merindukannya dan beberapa dari mereka bahkan tidak tahu bahwa dia tidak lagi bersama kita.”

Brenton Tarrant saat ini telah ditangkap dan diadili di pengadilan Selandia Baru atas aksi teror di masjid di Christchurch. Dia akan didakwa melakukan pembunuhan yang ancaman hukumannya penjara seumur hidup.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Politik

Hasil Konferda, KSB PDIP Sulsel Dipertahankan

Terkini.id -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi Selatan baru saja menyelesaikan Konferensi Daerah (Konferda) di Hotel Claro Makassar,