Hilmi Firdausi Sebut Kasus UAS Sengaja Digoreng untuk Menutupi Masalah Besar: Menutupi Berita Tertangkapnya Mafia Migor

Terkini.id, Jakarta – Pendakwah Hilmi Firdausi menyinggung soal masifnya pemberitaan mengenai kasus deportasi yang dialami oleh pendakwah kondang Abdul Somad.

Menurut Hilmi Firdausi, kasus UAS sengaja dibiarkan berlarut-larut untuk menutupi masalah besar yang saat ini sedang muncul ke permukaan, yakni tertangkapnya mafia minyak goreng yang selama ini menjadi teka teki.

Kasus deportasi yang dialami oleh UAS menjadi perhatian berbagai kalangan masyarakat, namun Hilmi Firdausi menyampaikan bahwa jangan sampai masalah minyak goreng terlupakan oleh publik.

Baca Juga: Presiden Jokowi Bawa Misi Setop Perang Rusia-Ukraina, Monica: Bagaimana Dengan...

Narasi tanggapan Hilmi Firdausi terhadap kasus UAS dan minyak goreng ditulis melalui sebuah cuitan di media sosial Twitter @Hilmi28, sebagaimana dilihat pada, Jumat 20 Mei 2022.

“Berita tentang UAS digoreng secara luar biasa hingga menutupi berita tertangkapnya mafia migor yang ternyata adalah….ah sudalah. Salam dari Makassar menuju Palopo, walau buzzer memaki kasar aku rapopo”, tulis Ustaz Hilmi Firdausi.

Baca Juga: Usulan Duet Pemersatu Bangsa, Kata Anies Baswedan Saya Urus Jakarta...

Kasus deportasi UAS memang mendapat perhatian publik hingga Singapura pun dikecam karena telah mendeportasi UAS pada saat melakukan perjalanan wisata ke negara itu.

Singapura menolak kedatangan UAS karena dinilai kerap kali menyebarkan faham ekstremis dan segresi dan juga menghalalkan bom bunuh diri.

Namun, tak berselang lama setelah kasus UAS, mencuat kasus tertangkapnya mafia minyak goreng yakni, Lin Che Wei yang ditetapkan Kejaksaan Agung RI sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi minyak goreng.

Baca Juga: Usulan Duet Pemersatu Bangsa, Kata Anies Baswedan Saya Urus Jakarta...

Lin Che Wei diketahui adalah penasehat salah satu kementerian di kabinet kerja Presiden Joko Widodo.

Tak hanya itu, dia juga diketahui adalah pendunkung Jokowi yang pernah menggalang dukungan 2014 lalu, kemudian memegang revitalisasi Kota Tua, Jakarta dibawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Bagikan