Terkini.id, Jakarta – Krisis suplai darah sedang dialami Amerika Serikat setelah Pandemi Covid-19 melanda negeri itu.
Amerika Serikat pada Selasa 11 Januari 2022 untuk pertama kalinya mengumumkan terjadi krisis pasokan darah.
Palang Merah AS melaporkan bahwa pandemi COVID-19 telah menyebabkan penurunan jumlah pendonor darah, pembatalan donor darah dan tantangan kepegawaian.
“Hal ini menyebabkan kekurangan darah terburuk dalam lebih dari satu dekade,” demikian pernyataan Palang Merah AS seperti dilansir CBS News.
Tahun lalu, Palang Merah AS melaporkan penurunan 34 persen donor darah baru.
- Gubernur Sulsel Sampaikan Pesan Perdamaian Saat Terima Kunjungan Kedubes Amerika Serikat
- Amerika Serikat, Rusia, dan China Berkumpul di Makassar, Danny Pomanto: Makassar Jadi Kota Perdamaian
- Tokoh-tokoh Agama Amerika Serukan Perdamaian dan Hentikan Peperangan
- Imam Masjid New Jersey Kena Tikam Saat Sedang Laksanakan Sholat Subuh
- Ditemukan 4 Tengkorak Manusia di Bandara Meksiko dengan Tujuan ke Amerika Serikat
“Jika suplai darah secara nasional tidak segera stabil, darah yang menyelamatkan jiwa mungkin tidak tersedia untuk beberapa pasien saat dibutuhkan,” demikian peringatan dalam pernyataan bersama Pusat Darah AS dan Asosiasi untuk Kemajuan Darah dan Bioterapi.
Bank-bank darah di seluruh AS telah melaporkan pasokan beberapa jenis darah kini kurang dari satu hari.
Rumah sakit membutuhkan darah untuk operasi, transplantasi, perawatan kanker dan penyakit kronis. Namun, Palang Merah AS mengatakan bahwa selama kekurangan bersejarah ini, ada hari-hari dimana rumah sakit tidak dapat memberikan semua produk darah yang mereka minta.
Kekurangan itu membuat para dokter di AS terpaksa membuat keputusan sulit tentang siapa yang harus mendapatkan darah dan siapa yang harus menunggu sampai ada lebih banyak pasokan.
Rawat inap pasien Covid-19 di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi pada Senin, 10 Januari 2022, ketika lonjakan infeksi yang disebabkan oleh varian Omicron mulai mengganggu sistem kesehatan di beberapa negara bagian.
Ada 132.646 orang dirawat di rumah sakit karena terpapar virus corona, melampaui rekor 132.051 yang terjadi Januari tahun lalu.
Rawat inap terus meningkat sejak akhir Desember, dua kali lipat dalam tiga minggu terakhir, ketika Omicron dengan cepat mengambil alih Delta sebagai versi virus yang dominan di Amerika Serikat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
