Makassar Terkini
Masuk

Informasi Terbaru: Brigadir RR Tak Sanggup Bunuh Joshua, Ferdy Sambo Suruh Bharada E

Terkini.id, Jakarta – Kasus kematian Brigadir J atau Joshua Hutabarat menyeret sejumlah tersangka di antaranya Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Brigadir RR, Bharada E dan Kuat Marif.

Dalam kasus tersebut, Irjen Ferdy Sambo merupakan otak di balik pembunuhan itu. Sementara Bharada E adalah tersangka yang mengeksekusi Brigadir Joshua dan disaksikan oleh Brigadir RR.

Hingga saat ini pun kasus tersebut masih menjadi perbincangan hangat publik lantaran motif tersangka utama dalam hal ini Ferdy Sambo merencanakan membunuh Brigadir J masih tanda tanya.

Adapun kronologi kejadian yang sudah dipastikan kebenarannya oleh pihak Polri yakni tersangka Bharada E melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J berdasarkan perintah dari atasannya yakni Irjen Ferdy Sambo.

Berdasarkan informasi terbaru yang diperoleh detikcom dari sumber terpercaya, Ferdy Sambo awalnya memanggil Brigadir RR alias Ricky Rizal ke lantai 3 dan memintanya mengeksekusi mati Brigadir J.

Namun, Brigadir RR tak menyanggupi perintah pimpinannya itu  Setelah itu, barulah Ferdy Sambo memanggil Bharada E dan memerintahkan pria bernama lengkap Richard Eliezer itu untuk menembak Joshua.

Terkait informasi tersebut, Kuasa Hukum Bharada E saat ini yakni Ronny Talapessy membenarkan kliennya itu dipanggil terakhir oleh Ferdy Sambo.

Ronny pun menegaskan, Bharada E tidak ambil bagian dalam rencana pembunuhan Brigadir Joshua Hutabarat tersebut.

“Waktu pemanggilan itu klien kami orang terakhir yang dipanggil (dipanggil Ferdy Sambo untuk mengeksekusi Brigadir J),” ujar Ronny, Minggu 14 Agustus 2022, seperti dikutip Terkini.id dari detikcom.

Ia pun menyebut, Bharada E tidak mengetahui rencana pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo kepada Brigadir J.

Menurut Ronny, Bharada Richard Eliezer juga tidak menjadi bagian dari rencana pembunuhan yang direncanakan oleh Ferdy Sambo itu.

“Jadi klien kami tidak tahu rencana pembunuhan ini dan tidak mengetahui dan tidak menjadi bagian dari rencana pembunuhan ini,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ronny berharap Bharada E bisa bebas dari dakwaan terkait kasus itu lantaran kliennya tersebut tak mengetahui rencana pembunuhan terhadap Brigadir Joshua yang direncanakan oleh Ferdy Sambo.

“Kalau ancaman ini yang dipakai kan Pasal 338 dan 340, tolong dicatat ya nanti di situ ditulis dengan sengaja, artinya apa? mengetahui dan menghendaki, sedangkan faktanya Bharada E, dia tidak mengetahui dan tidak menjadi bagian dari rencana pembunuhan. Maka nanti ke depannya kita minta ke majelis hakim untuk masukin Pasal 51, kenapa? Peniadaan hukuman. Itu target kita dari lawyer supaya Bharada E bebas,” ujarnya.