Terkini.id, Jakarta – Refly Harun Ahli Hukum Tata Negara menilai terlalu berlebihan jika urusan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) harus menjadi urusan militer.
Hal itu diungkapkan Refly pada tayangan video YouTube pada kanal miliknya berjudul ‘LIVE! INI ACHMAD FAUZI, BRIGJEN YANG DATANGI HABIB B4H4R! | UBER’.
Pernyatraan itu kembali ditegaskan Refly saat mengulas berita online Komandan Korem 061 Surya Kencana, Brigjen TNI Inf Achmad Fauzi mendatangi Habib Bahar Bin Smith (HBS).
“Jadi kita ini harus ketat dengan TNI. Karena apa? Karena kalau terlalu longgar berbahaya bagi demokrasi kita,” ujar Refly.
Lanjut “Mungkin ya orang-orang tertentu senang ya dengan Bahar bin Smith didatangi TNI, diancam TNI dan sebagainya,” lanjut Refly.
- Jarang Puji Pemerintah dan Lebih Sering Mengkritik, Fadli Zon Akui Punya Alasan Sendiri
- Refly Harun Sebut Oligarki Lebih Berkuasa Daripada Presiden: Ada yang Mempresepsikan Lebih Berkuasa
- Refly Harun Bicarakan Skenario Jegal Anies Baswedan: Jadikan Tersangka
- Diusulkan Jadi Sekjen PBB, Refly Harun Singgung Kemampuan Bahasa Asing Jokowi
- Refly Harun Soroti Aktivitas Ganjar: Dia Sudah Kebelet untuk Kampanye Keliling Daerah
Dalam perspektif mendukung pemerintahan sekarang, Refly mengatakan, mereka akan mendorong-dorong seperti itu. Mengejek, bahkan videonya diviralkan.
“Bahkan saya juga mendapatkan video itu,” katanya. Dilansir dari Galamedia. Minggu, 2 Januari 2022.
Tetapi sekali lagi, Refly mengingatkan potensi itu berbahaya kalau kita mengundang TNI masuk dalam ranah politik.
“Sekali dia masuk dalam ranah politik, maka susah bagi kita untuk menariknya keluar lagi,” nasehatnya.
Refly pun menyinggung keterlibatan TNI atau ABRI di masa orde baru.
Dikatakan, pengalaman buruk kita pada orde baru menunjukan bahwa negara ini sangat mencekam akibat salah satunya orang tak bebas berbicara karena TNI atau ABRI di saat itu bertugas sebagai centeng penguasa.
“Kritik kepada penguasa langsung ditidaklanjuti oleh TNI atau ABRI di masa itu. Dan kita ingin kasus itu tak terulang kembali,” katanya.
“Kita tak ingin TNI mendatangi warga sipil dan menakut-nakutinya,” tandas Refly.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
