Terkini.id, Jakarta – Orang tua Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J meminta duduk di kursi paling depan saat pembacaan vonis terhadap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi pada hari ini, Senin 13 Februari 2023.
Hal itu dilakukan karena kedua orang tua Brigadir J ingin mendengar jelas vonis hakim ke Ferdy Sambo dan juga Putri Candrawathi.
Orang tua Brigadir J hari ini mengikuti secara langsung sidang vonis hakim kepada dua terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dilansir dari tayangan YouTube, KompasTV, orang tua Brigadir J yakni Samuel Hutabarat dan ibunda Rosti Simanjuntak tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Minggu 12 Februari 2023 siang.
Samuel mengatakan kepada awak media bahwa pihaknya membenarkan meminta bisa duduk di kursi paling depan saat pembacaan vonis terhadap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
- Begini Respons Ortu Brigadir J Soal Richard Eliezer yang Ingin Kembali Jadi Polisi
- Kamaruddin Minta Nama Baik Brigadir J Dipulihkan Hingga Usul Rumah Duren Tiga Jadi Museum
- Ricky Rizal Meminta Maaf Kepada Orang Tua Brigadir J: Maaf Atas Kebodohan Saya
- Bharada E Janji ke Orang Tua Brigadir J Akan Berkata Jujur
- Bharada E Sungkem ke Kedua Orang Tua Brigadir J
“Biar bisa secara langsung, secara jernih kita dengar hakim membacakan keputusannya,” ujar Samuel, dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id.
Samuel juga berharap agar hakim menjatuhkan vonis maksimal terhadap Ferdy Sambo. Di mana Ferdy Sambo adalah aktor intelektual di balik tewasnya Brigadir J. Di mana diketahui, dalam kasus ini jaksa menuntut Ferdy Sambo dengan hukuman penjara seumur hidup.
Sementara untuk Putri Candrawathi, Samuel menilai bahwa Putri layak dihukum lebih berat dari tuntutan jaksa yang ‘cuma’ menuntut 8 tahun penjara.
Samuel mengatakan, Putri Candrawathi adalah pemicu dari tewasnya Brigadir J. Di mana Putri sempat mengaku telah dilecehkan hingga menyulut emosi dari Ferdy Sambo.
Tak hanya itu, keterangan Putri di persidangan juga dinilai berbelit-belit, bahkan sudah memfitnah Brigadir J. Yang awalnya mengaku dilecehkan namun kemudian kasusnya di SP3-kan, lalu kemudian mengaku di perkosa di rumah Magelang.
“Dialah yang menyulut itu, dialah yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di Magelang. Dia sudah memfitnah terus anak kita almarhum Yosua. Difitnahnya mulai dari Duren Tiga, bilangnya pelecehan, sudah di SP3, sampai di Magelang dibilangnya itu diperkosa. Visumnya mana, itu,” tutur Samuel.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
