Ini Alasan terkini.id Konsisten Menggelar MMF hingga 10 Tahun

Myoung Ga terima penghargaan di Makassar Most Favourite Culinary (MMF) Award 2019, di Hotel and Convention Center MYKO, Jalan Boulevard Makassar, Kamis, 5 Desember 2019.

Terkini.id, Makassar – Event penghargaan Makassar Most Favourite (MMF) Culinary kembali digelar Makassar Terkini (terkini.id) pada Kamis 5 Desember 2019 di Beryl Ballroom MYKO Hotel and Convention Center.

CEO terkini.id, Adhi Santoso mengungkapkan, dengan memberi penghargaan, terkini.id setidaknya memberi ‘label’ atau tanda pada sejumlah tempat makan yang favorit di Makassar.

“Ketika orang masuk ke tempat makan, di situ ada Sertifikat Makassar Most Favourite terpampang, mereka pun yakin tidak salah memilih rumah makan,” terang Adhi Santoso saat memberi sambutan.

Salah satu terkini.id untuk konsisten menggelar Makassar Most Favourite Culinary Award adalah untuk mengetahui masakan mana yang paling favorit di Makassar.

Untuk mengetahuinya, tentu dengan melakukan riset berupa survei kepada sejumlah warga Makassar yang secara aktif mencoba dan merasakan sejumlah masakan kuliner di kota ini.

Menarik untuk Anda:

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Samad Suhaeb memberi apresiasi yang besar terhadap event MMF Culinary yang digelar terkini.id tersebut.

Menurut dia, event tersebut sejalan dengan upaya Pemkot yang tengah mengajukan Kota Makassar sebagai gastronomy city ke Unesco.

“Kita sedang mengajukan ke Unesco agar Makassar diakui sebagai Kota Kreatif di Bidang Gastronomi. Kalau ditanya apa itu gastronomi, itu terkait kota yang berurusan dengan perut,” jelas dia.

Alasan Makassar menjadi kota gastronomi bisa dilihat dari banyaknya kalangan yang memilih Makassar sebagai tempat pertemuan nasional.

“Salah satu alasannya akrena tertarik dengan kuliner-kuliner Makassar. Orang-orang Jakarta, Jawa suka dengan kuliner kita. Seperti ikan bakar, konro, coto pallu basa dan lain-lain,” katanya.

Kata dia, kuliner di Makassar itu punya timeline. “Kalau subuh, itu biasanya orang makan bassang atau buroncong. Pukul 07.00 pagi ada nasi kuning, pukul 11.00 ada coto atau pallu basa. Siang makan nasi campur, sore sop saudara. Malamnya makan konro, terus larut malam makan mi kering, terus kalau begadang ada songkolo bagadang,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sulsel Denny Irawan yang mewakili Gubernur Sulsel mengungkapkan, pemerintah punya perhatian yang besar terhadap sektor pariwisata. Di mana, kuliner adalah komponen yang mendukung kunjungan pariwisata di Sulsel.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Update Kasus Positif Covid-19: Tambah 6.267 Pasien, Total 534.266

Wagub DKI Riza Patria Positif COVID-19, Tertular dari Stafnya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar