Ini Alasan Xi Jinping Tegaskan China Tidak Cari Dominasi di Asia Tenggara

Terkini.id, Beijing – Ini Alasan Xi Jinping tegaskan China tidak cari dominasi di Asia Tenggara. Sudah bukan rahasia lagi jika perseteruan China dan Amerika Serikat (AS) selalu mengemuka menjadi ketegangan normatif. Jika bukan persoalan Taiwan, salah satu provinsi yang dianggap China membelot pastilah terkait perseteruan dagang, bahkan isu muasal virus corona yang dituduh berawal dari China.

Sehingga, hal itu jugalah yang membuat Negeri Paman Sam senantiasa mewanti-wanti pihak China untuk tidak mendominasi wilayah di Asia Tenggara.

Presiden China Xi Jinping menegaskan, negaranya tidak akan mencari dominasi atas Asia Tenggara atau menggertak tetangganya yang lebih kecil. Hal itu disampaikan saat masih rutinnya gesekan di wilayah Laut China Selatan (LCS).

Baca Juga: Duterte Ancam Warganya yang Keluar Rumah Tapi Belum Vaksin: Penjarakan!

“China dengan tegas menentang hegemonisme dan politik kekuasaan, ingin menjaga hubungan persahabatan dengan tetangganya, dan bersama-sama memelihara perdamaian abadi di kawasan ini serta sama sekali tidak akan mencari hegemoni atau sekurangnya, menggertak (negara) yang kecil,” beber Xi Jinping saat berbicara dalam konferensi virtual ASEAN-China pada Senin 22 November 2021, seperti dikutip dari Xinhua.

Xi Jinping juga menekankan, perdamaian adalah kepentingan bersama dan terbesar dari semua pihak. Dalam hal ini, China akan mengerahkan upaya terbaik untuk menghindari konflik.

Baca Juga: Hadew! Rezim China Larang Pemain Timnas Sepak Bola Bertato, Sanksinya...

“Kita harus menjadi pembangun dan pelindung perdamaian regional, menekankan dialog alih-alih konfrontasi, dan bergandengan tangan dalam menangani aktor negatif yang mengancam untuk merusak perdamaian,” imbuhnya.

Dalam KTT ASEAN-China yang diselenggarakan secara virtual, Presiden Filipina Rodrigo Duterte sempat mengungkit insiden penembakan kapal negaranya menggunakan meriam air dari kapal penjaga pantai China di wilayah LCS. Ia sendiri blak-blakang mengaku membenci insiden tersebut.

“Kami membenci peristiwa baru-baru ini. Ini tidak berbicara dengan baik tentang hubungan antara negara-negara kita,” tegas Duterte dalam pidatonya.

Baca Juga: Hadew! Rezim China Larang Pemain Timnas Sepak Bola Bertato, Sanksinya...

Ia bahkan menekankan, aturan hukum adalah satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalah itu.

Seperti diketahui, awal pekan lalu dua kapal pemasok makanan untuk tentara Filipina ditembak menggunakan meriam air tiga kapal penjaga pantai China di wilayah Ren’ai Jiao di LCS. Filipina menyebut wilayah itu dengan nama ‘Kulumpol ng Ayungin’, yang merupakan atol di Kepulauan Spartly di LCS.

Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr pada Selasa 16 November 2021 lalu mengungkapkan, tidak ada yang terluka dalam insiden itu. Kendati demikian, dua kapal pemasok makanan untuk tentara negaranya itu akhirnya membatalkan misinya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian memaparkan, penembakan terhadap dua kapal Filipina itu sudah tepat.

“Dua kapal Filipina melewati perairan dekat Ren’ai Jiao di wilayah China tanpa izin. Lalu kapal penjaga pantai China menjalankan tugasnya sesuai dengan hukum untuk menjaga kedaulatan China serta tata tertib di lautan,” bebernya pada Kamis 18 November 2021 lalu.

Ia mengklaim, situasi di dekat Ren’ai Jiao tetap damai. Pasalnya, Zhao Lijian bilang China dan Filipina sedang menegosiasikan masalah itu.

Bagikan