Gara-gara Tambang Nikel di Sulawesi Dikorupsi, Industri Ini Terpaksa Impor Bijih NIkel dari Filipina

Gara-gara Tambang Nikel di Sulawesi Dikorupsi, Industri Ini Terpaksa Impor Bijih NIkel dari Filipina

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Heboh, sebuah perusahaan pengolahan tambang atau smelter di Indonesia mengimpor bijih nikel dari luar negeri, yakni dari Filipina.

Belakangan, diketahui, perusahaan industri tambang tersebut terpaksa mendatangkan bahan baku bijih nikel dari luar, lantaran suplai mereka dari dalam negeri terhambat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif membeberkan itu saat Rapat Kerja bersama Komisi VII di DPR RI, Senin 4 September 2023.

Disebutkan, perusahaan tersebut, sebelumnya rutin melakukan pembelian nikel dari Blok Mandiodo, salah satu lokasi eksplorasi tambang nikel di Sulawesi di wilayah IUP PT Antam.

Namun seperti dikethaui, Blok Mandiodo saat ini aktivitasnya dihentikan lantaran adanya kasus tindak pidana korupsi di kawasan tersebut. Seperti diketahui Blok tambang di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) itu menjadi sasaran korupsi pejabat negara hingga pejabat perusahaan Antam. Dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp5,7 triliun itu, Kejaksaan baru-baru ini menetapkan dua tersangka yakni SM selaku Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM dengan EVT, evaluator Kementerian ESDM.

Baca Juga

Terkait impor diam-diam bijih nikel tersebut, Menteri ESDM Arifin bilang, perusahaan Smelter asal Indonesia yang melakukan kegiatan impor bijih nikel dari luar negeri itu, lantaran tersendatnya pasokan bahan baku yang berasal dari Blok Mandiodo.

“Kita sudah telusuri berita-berita tersebut. Terindikasi perusahaan yang impor itu adalah perusahaan yang selama ini mengambil bahan baku dari Blok Mandiodo yang saat ini bermasalah,” ungkap Arifin dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR, dikutip Senin 4 September 2023.

Oleh sebab itu, karena perusahaan tersebut harus melanjutkan proses pengolahan dan terikat kontrak dengan off taker, maka langkah pembelian bijih nikel dari luar negeri akhirnya harus dilakukan.

“Mereka mengambil langkah ini karena memang secara keseluruhan karena tidak boleh ekspor ore nikel semua produsen tambang sudah terikat dengan off taker smelter yang sedang berjalan,” kata dia.

Seperti diketahui, Kementerian ESDM baru-baru ini mengungkapkan terdapat perusahaan asal Indonesia yang melakukan kegiatan pembelian bijih nikel dari luar negeri. Padahal Indonesia sendiri merupakan negara penghasil nikel terbesar di dunia saat ini.

Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Muhammad Wafid membeberkan perusahaan yang dimaksud melakukan impor bijih nikel dari Filipina. Mereka beralasan, impor bijih nikel dilakukan lantaran kurangnya pasokan bahan baku di dalam negeri.

“Ada isu nikel yang diimpor dari Filipina karena smelter kekurangan bahan,” kata Wafid dikutip Rabu 30 Agustus 2023.

Meski begitu, Wafid memastikan bahwa berdasarkan perhitungan seluruh Rencana Keuangan dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel yang diterbitkan, bijih nikel untuk pasokan smelter di dalam negeri seharusnya mencukupi.

“Saya sampaikan bahwa saya coba hitung seluruh RKAB yang sudah kita setujui jumlahnya berapa input nikel yang dibutuhkan berapa hasilnya masih cukup. Tidak ada kekurangan di sekitar Sulawesi Utara, jadi terpaksa harus impor mungkin hal lain ya,” tambah Wafid. (sumber: cnbc.com)

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.