Masuk

Presiden China Tolak Makan Malam Bersama Putin-Erdogan, Kenapa?

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini nama Presiden China Xi Jinping menuai sorotan publik lantaran menolak makan malam bersama Presiden Rusia Vladimir Putin  dan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Selain itu, diketahui pula bahwa Xi juga diinformasikan bahwa tidak ikut foto bersama dengan para kepala negara yang hadir.

Presiden China Xi menghadiri pertemuan forum Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) yang dipimpin China dan Rusia, pekan ini, di kota Samarkand, Uzbekistan. Itu menjadi kunjungan ke luar negeri pertama yang dilakukan Xi sejak pandemi virus Corona (COVID-19) merajalela.

Baca Juga: Adik Kim Jong Un Samakan Amerika Serikat Dengan Binatang Berkaki Empat

Lantas hal tersebut, dikutip dari Detikcom. Jumat, 16 September 2022. Seorang sumber dalam pemerintahan Uzbekistan menuturkan kepada Reuters bahwa Xi tidak menghadiri jamuan makan malam yang dihadiri 11 kepala negara yang menghadiri forum SCO, termasuk Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Menurut sumber yang sama, Xi juga absen dari foto-foto bersama atau group photo yang dipublikasikan.

Seorang sumber pemerintahan Uzbekistan mengonfirmasi tidak hadirnya Xi dalam jamuan makan malam itu. Diungkapkan sumber itu bahwa delegasi China menyebut kebijakan COVID-19 sebagai alasannya.

Baca Juga: Vladimir Putin Dipastikan Tak Hadiri KTT G20 di Bali

Di Beijing, Kementerian Luar Negeri China tidak memberikan tanggapan atas laporan itu.

Xi yang kini berusia 69 tahun akan mengamankan masa jabatan ketiga, yang bersejarah, dalam kongres Partai Komunis China yang digelar mulai bulan depan. Hal itu akan mengukuhkan Xi sebagai pemimpin China paling kuat sejak Mao Zedong.

Xi bertemu dengan Putin di Samarkand untuk membahas sejumlah isu, termasuk perang Ukraina, ketegangan atas Taiwan dan kemitraan mendalam antara China-Rusia.

Kemitraan Xi-Putin yang semakin mendalam, dianggap sebagai salah satu perkembangan paling signifikan dalam geopolitik setelah kebangkitan spektakuler China selama 40 tahun terakhir.

Baca Juga: Korut dan Korsel Saling Bertukar Tembakan Peringatan di Dekat Perbatasan Laut

Sedangkan Rusia setelah runtuhnya Uni Soviet tahun 1991 sekarang menjadi mitra junior China, yang diperkirakan akan menyusul Amerika Serikat (AS) sebagai kekuatan ekonomi terbesar dunia dalam sepuluh tahun ke depan.

Sementara Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) merupakan kelompok keamanan yang didirikan tahun 2001 dan terdiri dari China, Rusia, India, Pakistan, Kazakhstan, Uzbekistan, Kyrgyztan dan Tajikistan. SCO menjanjikan kerja sama dalam hal-hal yang berhubungan dengan politik, ekonomi dan keamanan.

Pembentukan SCO dipelopori oleh China dan Rusia dalam upaya untuk mengimbangi pengaruh AS.