Ini Instruksi Nurdin Halid ke Fraksi Golkar Terkait Hibah Lahan Al Markaz

Plt Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid menggelar rapat bersama anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel.

Terkini.id — Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid menginstruksikan semua anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel untuk mencermati terkait hibah lahan Al Markaz. 

Sebab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengusulkan ke DPRD Sulsel, agar lahan aset Pemprov Sulsel seluas 72 hektar dihibahkan ke Yayasan Al Markaz Al Islami Makassar. Namun, Nurdin Halid mengisyaratkan fraksi Golkar untuk menolak usulan tersebut. Sebab dirinya tidak ingin aset Pemprov lepas begitu saja. 

“Kalau soal Al Markaz, Golkar tidak ingin ada tanah pemerintah Pemprov yang hilang baik di Al Markaz,” kata Nurdin Halid, ketika menggelar rapat bersama seluruh Anggota Fraksi DPRD Sulsel, di kediaman, beberapa hari yang lalu.

Selain persoalan hibah lahan, Nurdin juga membahas terkait polemik terkait Stadion Mattoanging antara Pemprov dan Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS). 

Ia mengistruksilan agar keputusan periode sebelumnya, DPRD meminta Pemprov untuk menggandeng YOSS untuk mengelolah secara bersama Stadion Mattoanging.

“Soal Stadion Andi Mattalatta Mattoanging itu Golkar ingin DPRD mengikuti keputusan periode sebelumnya,” ujar Nurdin.

Komentar

Rekomendasi

Anies Baswedan Sebut Andi Sudirman Sulaiman Sosok Wagub Muda dan Dinamis

Resmi Nahkodai MKGR Sulsel, Taufan Pawe: Kita Harus Terdepan Dulang Aspirasi Warga

Taufan Pawe Satukan Nurdin Abdullah dan Nurdin Halid di MKGR Sulsel

Pemprov Sulsel Raih Akreditasi A dari BKN RI

Resmikan Mal Pelayanan Publik Masiga Barru, Nurdin Abdullah Dampingi Menpan RB

HUT Barru ke-60, Nurdin Abdullah Serahkan Bantuan Keuangan Daerah Rp61,7 Miliar

Tjahjo Kumolo Resmikan Mal Pelayanan Publik Masiga Barru

Musyawarah Provinsi VII Kadin Sulsel Bakal Digelar di Bira Bulukumba

Enrekang Dapat Bantuan Keuangan Rp54,7 Miliar Dari Pemprov Sulsel

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar