“Pertama, dilakukan kepada nasabah yang dananya tercatat pada bank pada kesempatan pertama dengan melibatkan APH. Kedua, khusus bagi nasabah yang dananya tidak tercatat pada bank maka bank akan melakukan pendalaman dan penelusuran lebih lanjut atas bukti-bukti yang ada,” bebernya.
Dijelaskan juga kalau tim Investigasi Bank Sulselbar bergerak cepat untuk melakukan tindak lanjut terhadap masalah penyalahgunaan kewenangan yang oleh oknum pegawai.
“Ini murni kasus fraud operasional bank dengan memanfaatkan kewenangan dan kedekatannya kepada para korban nasabah. Jadi bukan system IT bank yang dijebol,” imbuhnya.
“Keamanan data dan aset nasabah pada system IT Bank Sulselbar sudah tersertifikasi dengan standar internasional oleh badan sertifikasi CBQA Global Indonesia atas system core banking atau IT bank dengan mengantongi sertifikat standar keamanan ISO/IEC 27001: 2013 pada tahun 2021,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
