Terkini.id, Jakarta – Penyelidikan terhadap kasus pembunuhan Subang sudah memasuki hari ke-16, namun pelaku pembunuh Tuti Suhartini dan putrinya Amalia Mustika Sari itu belum juga terungkap.
Terkait hal itu, Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala mengatakan bahwa pembunuhan yang terjadi di Subang tersebut dirancang dengan pintar dan penuh kehati-hatian.
Pasalnya, kata Adrianus, saat menjalani aksinya, pelaku tak banyak mendapat atensi atau pantauan dari orang lain.
“Pembunuh memiliki cukup banyak waktu untuk melakukan pembersihan di TKP sebelum kemudian lari,” ujar Adrianus, Jumat 3 September 2021 seperti dikutip dari Hops.
Adrianus menduga, Tuti dan Amel dibunuh di kamarnya masing-masing, kemudian setelah meninggal dunia, pelaku menyimpannya di bagasi mobil. Sementara bajunya dibersihkan untuk menyamarkan jejak.
- Usai Tiga Bulan Penyelidikan, Pelaku Kasus Pembunuhan Subang Akhirnya Ditemukan
- Buntut Rusak TKP, Pengacara Yosep Desak Polisi Tetapkan Danu Jadi Tersangka
- Soal Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polisi Periksa 3 Kakak Korban Tuti
- Yosef Kerap Pegang Perut Usai Pembunuhan Subang, Pakar: Diduga Kesakitan Gegara Dihantam Amel
- Handphone Amalia yang Sempat Ditelepon Yosef Dicari Warga, Pembunuhan Subang Bakal Terkuak?
“2 korban itu kelihatannya dibunuh di kamar tidur mereka masing-masing. Kemudian dibawa ke mobil, lalu kemudian pelaku sempat mencuci baju dalam rangka membilas darah yang melekat,” tuturnya.
“Bisa diduga pelaku juga membersihkan berbagai hal-hal yang memungkinkan terkait dengan dirinya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Adrianus memastikan sepintar-pintarnya pelaku menyamarkan jejaknya, pada akhirnya dia akan tertangkap juga. Sebab, kata dia, ada satu bukti kuat yang tak bisa dimanipulasi.
“Tapi saya yakin tidak ada kejahatan yang sempurna. Akan ada saja link yang tertinggal, kemudian polisi dapat mengksplorasi. Salah satu yang diperkirakan tidak mungkin bisa diganti, dihapus begitu saja oleh pelaku, adalah jejak digital,” ungkapnya.
Diwartakan sebelumnya, kepolisian mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengungkap pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Hal itu dikuatkan dengan diperiksanya kembali tiga orang terdekat korban pada hari Selasa kemarin, 31 Agustus 2021.
Pemeriksaan di Satreskrim Polres Subang dilakukan sampai larut malam secara maraton terhadap tiga saksi.
Siapa saja? Mereka adalah suami korban (Yosef), sang istri muda (Mimin) yang didampingi oleh kuasa hukum mereka, serta anak pertama korban yang bernama Youris.
Polisi sendiri sudah menyebutkan ada titik terang dalam kasus pembunuhan dan perlu melengkapi bukti tambahan sebelum menetapkan tersangka.
Bukti yang mengarah pada pelaku tersebut lantas dicocokan dengan keterangan saksi sehingga dilakukan pemeriksaan kembali.
Polisi menegaskan bukti kuat itu digali karena pihaknya tidak mengejar pengakuan pelaku.
“Sabar, ya, masih diproses,” ujar Kapolres Subang, AKBP Sumarni, di tengah pemeriksaan itu, seperti dilansir terkini.id dari tayangan kanal YouTube Aksara Jabar TV via Portalmajalengka.
Yosef sebelumnya tampak datang (sejak siang) mengenakan jaket putih dan topi berwarna merah.
Sambil diantar petugas, Yosef berjalan setengah terburu-buru memasuki ruangan Reskrim Polres Subang.
Selain Yosef, Mimin bersama kuasa hukumnya juga datang memenuhi panggilan pihak kepolisian.
Kendati demikian, belum diketahui pasti apa saja pertanyaan yang diajukan polisi terhadap keduanya.
Sebagai informasi, sehari sebelumnya saksi orang dekat korban juga dihadirkan dalam olah TKP ulang di lokasi pembunuhan di mana polisi menerjunkan anjing pelacak.
Kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat, mengatakan bahwa para saksi yang juga dari keluarga terdekat korban hadir untuk mendukung proses penyelidikan polisi agar pelaku sebenarnya segera terungkap.
“Supaya tidak saling mencurigai, tidak ada fitnah lagi di masyarakat. Mari menunggu kepolisian bekerja,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
