Masuk

Inilah Kekuatan Netizen Indonesia hingga Mahfud Berkomentar: Kapolri Turuti Keinginan Publik Agar Putri Candrawathi Ditahan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – kekuatan netizen Indonesia terbilang cukup disegani di dunia. Walaupun jumlahnya masih kalah dari negara maju semisal China dan Amerika Serikat.

Namun, akibat aktivitas netizen Indonesia, banyak polemik kemudian menjadi populer di dunia maya.

Bahkan kekuatan warganet atau netizen Indonesia ini bisa membuat objek perbincangan tersebut ‘menyerah’.

Baca Juga: Ferdy Sambo Disebut Musuhi Brigadir J Sejak Hadir Wanita Misterius yang Menangis di Rumah Bangka

Seperti hebohnya kasus kematian Brigadir Joshua yang menjerat eks Jenderal Ferdy Sambo beserta sang Istri, Putri Candrawathi

Publik pun menuntut agar Putri mendapatkan penanganan kasus sesuai hukum yang seharusnya berlaku. Netizen selalu ramai berkomentar jika ada pemberitaan yang berkaitan dengan kasus keluarga Sambo.

Tuntutan publik tersebut melalui para netizen yang gemar berkomentar telah dituruti oleh pihak kepolisian demikian komentar Mahfud MD.

Baca Juga: Ingin Jadi Istri Ferdy Sambo, Syarifah Ima: I Love You Pak

“Kapolri Turuti Keinginan Publik Agar Putri Candrawathi Ditahan.” Ujar Mahmud, dikutip Terkini.id dari viva.co.id.

“Lihat. Kapolri itu sudah sangat serius sejak awal, menanggapi seruan masyarakat.” Kata Mahfud di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

Menurutnya, masyarakat awalnya meragukan terhadap Polri yang tidak serius dalam mengungkap kasus kematian Brigadir J yang terjadi di rumah dinas Sambo di kawasan Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan tersebut. Pada Jumat, 8 Juli 2022.

Kunci dari pengungkapan kasus ini ada pada Kapolri.

Baca Juga: Brigadir J Disebut Sempat Bopong Putri Candrawathi Saat di Rumah Magelang

“Kapolri sudah sangat serius memeriksa, membalik situasi dari tembak menembak menjadi pembunuhan, Kan itu kuncinya ada di Kapolri. Sekarang dijanjikan perkara itu akan segera P21 dan sekarang betul-betul P21.” Ucapnya. 

Selanjutnya, Mahfud mengatakan masyarakat juga kembali mendesak supaya Putri Candrawathi yang merupakan istri Sambo juga dilakukan penahanan sebagaimana para tersangka lainnya. Sekarang, Putri sudah ditahan sejak Jumat, 30 September 2022.

“Masyarakat mengatakan kok tidak ditahan. Sudah ditahan. Karena sebenarnya penahanan itu bisa dilakukan besok saat penyerahan barang bukti serta tersangka diserahkan baru ditahan. Tapi ini ditahan duluan agar mempermudah penyerahan. Saya kira sampai saat ini Kapolri serius menangani ini. Tidak ada sesuatu yang mencurigakan atau apapun itu.” Papar Mahfud. 

Sedangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan langkahnya dalam mengungkap kasus kematian Brigadir J dengan para tersangka Ferdy Sambo beserta yang lainnya adalah arahannya dari Presiden Jokowi. Menurutnya, Jokowi telah berkali-kali menyampaikan arahannya tersebut. 

“Saya kira beliau (Presiden Jokowi) waktu itu sudah pernah mengarahkan. Semuanya sudah on the track. Tentunya, kita juga ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa kami Polri dari awal komit untuk memproses kasus ini secara tegas juga transparan. Saya kira publik bisa melihat perjalanan dari penanganan kasus ini, mohon doanya.” Tandas Mahfud MD.