Jadi Korban Pemerkosaan Ratusan Pria, Gadis Ini Malah Ditangkap Polisi

Pemerkosaan
Ilustrasi korban pemerkosaan. (foto: Ist)

Terkini.id – Sungguh malang nasib seorang gadis bernama Cassie Pike (23). Wanita yang menjadi korban pemerkosaan ini justru disalahkan dan ditangkap aparat kepolisian.

Dilansir dari laman Daily Mirror, 18 Mei 2019, lalu, Cassie diketahui telah diperkosa oleh lebih dari 100 pria. Namun anehnya, gadis ini justru berulang kali ditangkap oleh polisi.

Mimpi buruk Cassie dimulai saat ia berusia 11 tahun. Akibat pemerkosaan yang dialaminya, ia pun sempat mencoba untuk bunuh diri.

Akan tetapi selama lima tahun ia menjalani pemerkosaan tersebut, pihak berwenang setempat memilih untuk menutup mata.

Petugas di Halifax, West Yorks, Inggris, tahu Cassie sedang diperdagangkan di seluruh negeri untuk dianiaya oleh banyak pria.

Ketika pemerkosa mencekokinya dengan obat-obatan agar lebih mudah memaksanya melakukan hubungan seksual, polisi mengeluarkan peringatan kepada remaja itu dengan alasan kepemilikan obat terlarang.

Lebih mirisnya lagi, petugas menangkap Cassie karena dicurigai memfasilitasi pelanggaran seks anak-anak setelah dia dan seorang gadis di bawah umur masuk ke mobil penganiaya.

“Saya ditangkap sekitar lima kali secara total, tetapi sepertinya tidak pernah terjadi pada orang-orang yang melecehkan saya,” kata Casssie.

“Tidak heran saya pikir saya yang harus disalahkan. Saya sangat terluka dan bingung, terutama ketika mereka mengatakan itu salah saya, seorang gadis lain telah dianiaya,” sambungnya.

“Saya baru berusia 15 tahun dan mereka sepenuhnya mengendalikan hidup saya. Bagaimana mereka dapat mengatakan bahwa sayalah penjahatnya?” ujarnya.

Saat ini, Cassie telah berusia 23 tahun. Pada tahun 2011 lalu, Ia sempat melaporkan pemerkosaan yang dialaminya ke polisi setelah membaca tentang kasus eksploitasi seksual anak yang terkenal di Rochdale.

Setelah penyelidikan lima tahun yang sangat kompleks, dia membantu pengadilan untuk menahan 18 pria yang telah menghancurkan masa kecilnya.

Cassie memberikan bukti dalam tiga persidangan, dia melihat para lelaki itu dikurung total selama 168 tahun di salah satu kasus eksploitasi seksual anak terbesar yang pernah disaksikan Inggris.

Sebuah tinjauan kasus yang serius kemudian memutuskan bahwa pihak berwenang telah berulang kali gagal untuk bertindak atas peringatan bahwa Cassie sedang dieksploitasi oleh sejumlah predator.

Cassie mendapat ancaman kematian dari keluarga pria yang memperkosanya

Pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan. (foto: tempo.co)

Cassie berhasil menggugat Dewan Calderdale karena gagal melindunginya dari pelecehan dan bulan ini akan merilis memoarnya yang mengerikan, berjudul Prey. Tapi cobaannya ternyata masih jauh dari selesai.

Dia masih mendapat ancaman kematian dari keluarga para pria yang dipenjara karena memperkosanya, dan telah ditempatkan di perlindungan polisi ratusan mil dari rumahnya di Halifax.

“Saya terus-menerus mencari, saya khawatir siapa yang tahu di mana saya tinggal. Saya mendapat telepon dari anggota keluarga pria yang masuk penjara. Mereka menghabiskan berjam-jam di telepon kepada saya, mengatakan kepada saya bahwa mereka akan mencari tahu di mana saya tinggal sehingga mereka dapat membunuh saya,” kata Cassie.

“Ini menakutkan. Saya senang beberapa pria sekarang di penjara, tetapi mereka tidak akan berada di sana selamanya. Bagaimana jika mereka melakukannya lagi ketika mereka keluar?” pungkasnya.

Berita Terkait