Jelang Lebaran 2021, Harga Cabai di Makassar Berangsur Turun

Terkini.id, Makassar – Dinas Perdagangan Kota Makassar Muh Yasir menyebut harga cabai jelang Lebaran 202 berangsur menurun kendati masih terbilang tinggi dari harga normal. 

Saat ini, harga cabai di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Daya berada pada angka Rp.55.000, sementara di Pasar Pabaeng-baeng berada di angka Rp41.000 per kilogram.

Sebelumnya harga cabai jenis rawit sejak November 2020 melonjak naik hingga menyentuh angka Rp90.000-Rp100.000 per kilogram dari harga normal Rp15.000 hingga Rp25.000.

Baca Juga: Distaru Makassar Akui Peliknya Penertiban Gudang Dalam Kota

“Cabe sudah 40 ribu per kilogram, kemarin itu lebih mahal dari harga daging,” ujar M Yasir, Senin, 10 Mei 2021.

Yasir melihat penurunan harga tersebut menjadi tren yang baik setelah hampir 6 bulan kenaikan terus terjadi.

Baca Juga: Kabar Baik Bagi Penikmat Makanan Pedas, Ternyata Cabai Punya Segudang...

Hal ini mengindikasikan kebutuhan pangan untuk komoditi cabai kembali mulai terpenuhi.

Sementara itu mengantisipasi kembali terjadinya kenaikan lebih tinggi jelang lebaran, pihaknya akan konsisten memasifkan pergelaran Operasi Pasar.

“Operasi pasar kita dengan mobil sudah jalan terus. Memang ada kenaikan harga itu, kita tidak bisa terhindar dari hukum pasar, cuma kenaikannya itu kita akan kendalikan,” ujarnya.

Baca Juga: Kabar Baik Bagi Penikmat Makanan Pedas, Ternyata Cabai Punya Segudang...

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen Disdag Kota Makassar Sri Rejeki mengatakan penurunan harga dilaporkan berangsur membaik secara fluktuatif sejak Akhir Maret 2021 lalu.

Memasuki awal April 2021 turun berada pada angka Rp70.000-Rp80.000, kemudian memasuki pertengahan per 12 April cabai dilaporkan turun Rp60.00-Rp75.000.

Kemudian turun menjadi Rp45.000-50.000  memasuki akhir bulan April. Bahkan di tanggal 29 April harga cabai rawit sempat menyentuh harga Rp30.000 kemudian naik kembali di awal Mei hingga saat ini di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kg.

“Jadi memang kemarin kan banyak yang gagal panen dan banyak yang diekspor ke luar daerah, katanya sampai ke Papua. Sekarang sudah banyak yang berhasil (panen), utamanya dari daerah-daerah penyangga ini seperti Gowa dan Maros,” katanya.

Meski demikian dirinya masih cukup mencemaskan kenaikan kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan mengingat kebutuhan cabai bersama komoditi lainnya dilaporkan meningkat.

“Turun memang jelang lebaran ini dibandingkan harga kemarin, kita harapkan memang tidak terjadi kenaikan lagi, karena sempat naik turun itu, kemarin turun dan sekarang ini naik sedikit di kisaran Rp40 sampai Rp45.000,” jelasnya.

Bagikan