Hal itu diketahui dari hasil CT Scan. Kemudian, DAW pun dirujuk ke RSUD dr Soetomo.
Dinyatakan sebagai PDP dan Dijemput Paksa
Direktur Utama RSUD dr Soetomo Surabaya Joni Wahyuhadi mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan awal RS swasta tersebut, perawatan terhadap DAW menerapkan protokol Covid-19 sejak awal.
Saat dirawat di RSUD dr Soetomo, DAW rupanya mengalami gejala Covid-19 seperti suhu tubuh panas dan sesak napas.
DAW sempat menjalani tes swab. Ia juga dijadwalkan melakukan operasi akibat kecelakaan lalu lintas.
Namun DAW meninggal dunia pada Minggu 7 Juni 2020 sekitar pukul 14.30 WIB, sebelum hasil tesnya keluar.
Dijemput dan dimakamkan ratusan driver ojol
- Jaga Ketahanan Pangan, Bupati Jeneponto Hadiri Rakor Penetapan LP2B
- Perkuat Kriya Lokal Luwu Timur, PT Vale Hadirkan Anyaman Teduhu di Ajang Dekranas yang Dipusatkan di Makassar
- Suriana Raih Gelar Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa dengan IPK Sempurna 4,0
- Munafri Hadiri Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary, Dorong Aktualisasi Keteladanan dalam Pembangunan Kota
- Dewan Soroti Utang Rp211 Juta untuk Bendung Lalengrie Bone: Sampai Sekarang Tidak Beroperasi
Penetapan status PDP terhadap DAW diketahui ditolak oleh ratusan keluarga dan kerabat.
Mereka meyakini, DAW meninggal bukan lantaran Covid-19.
Mereka pun menggeruduk rumah sakit kemudian menjemput paksa jenazah yang sedianya akan dimakamkan oleh pihak rumah sakit dengan prosedur Covid-19.
Jenazah DAW akhirnya nekat dimakamkan di Jalan Dukuh Kupang Barat, Surabaya, Minggu (7/6/2020) sekitar pukul 24.00 WIB dengan normal tanpa prosedur khusus.
Dinyatakan positif
Beberapa hari usai pemakaman, hasil swab DAW keluar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
