Terkini.id, Jakarta- Presiden Jokowi menggelontorkan anggaran untuk memberikan bantuan langsung tunai (BLT) Minyak Goreng dan Bantuan Subsidi Upah bagi pekeja dengan gaji di bawah Rp3 juta. Partai Demokrat sindir sikap Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Pasalnya, saat menjadi Gubernur DKI Jakarta Presiden Jokowi mengkritik habis program BLT di era Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Ini hanya menegaskan bahwa sejatinya beliau (Jokowi) tak mengerti aoa yang dikomentarinya. Apalagi saat itu (menjadi Gubernur DKI Jakarta) sedang getol-getolnya pencitraan yang dilakukan untuk menuju kursi presiden,” kata Deputi Badan Pemenangan Pemilu, DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani dilansir dari CNN Indonesia, Selasa 5 April 2022.
Saat menjadi Gubernur DKI Jakarta Jokowi menyatakan sikap tidak setuju terhadap program bantuan langsung tunai yang terapkan pemerintaham SBY. Program tersebut merupakan bentuk kompensasi kenaikan harga BBM subsidi pada 2013 lalu.
Menurut Jokowi, Bantuan Langsung Tunai atau BLSM akan lebih baik jika diberikan kepada pengusaha dan rumah tangga produktif.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Pernyataan sikap tegas Jokowi saat itu, kini ramai dibicarakan di medja sosial. Bahkan sejumlah netizen membandingkan sikap Jokowi yang dulu dengan sekarang yang tengah adakan program BLT Minyak Goreng.
Kritik Jokowi terhadap program BLT di era pemerintahan SBY serta saat dirinnya menjabat Gubernur DKI Jakarta hanya bertujuan untuk membangun citra yang lebih baik dari pemerintahan SBY, menurut dugaan Kamhar.
Bahkan Kamhar menyatakan waktu telah membuktikan bahwa rezim sekarang mengalami kemunduran jika dibandingkan dengan era pemerintahan SBY.
“Akhirnya waktu yang kemudian membuktikan jika dibandingkan dengan pemerintahan Pak SBY rezim sekarang ini banyak mengalami kemunduran, tak hanya di bidang politik dan hukum, termasuk pula di bidang ekonomi,” kata Kamhar.
Kendati demikian, Kamhar berterus terang menghargai serta setuju dengan program BLT yang dijalankan pemerintah. Dia mengatakan, program BLT ini akan bermanfaat dan membantu meringankan beban masyarakat.
“Ini menjadi bukti hadirnya negara dalam bentuk respons yang bertanggung jawab dan punya hati,” kata dia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
