Sementara Bupati Banyumas, Achmad Husein, bertanya tentang pencegahan korupsi yang dilakukan KPK. Menurutnya ada juga kepala daerah yang tidak mengetahui perbuatannya merupakan tindakan korupsi. Achmad juga sempat usul sebelum ada OTT, kepala daerah ditegur atau diberi peringatan terlebih dahulu sehingga tidak langsung OTT.
“Kami semua ini takut dan tidak mau di-OTT KPK. Padahal semangat KPK itu kan pencegahan korupsi. Kami mohon ke KPK, agar terus mendampingi kami dan terus mengingatkan kami sebagai upaya pencegahan. Karena selama ini tidak sedikit kepala daerah daerah yang tidak tahu kalau yang dilakukannya itu salah,” kata Achmad Husein.
Kemudian, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung usulan itu. Menurutnya pembahasan serupa pernah terjadi saat Ganjar masih anggota DPR RI.
“Diskusi ini sudah dari dulu sejak saya DPR sudah ada. Mudah-mudahan teman-teman sadar. Wilayah sudah diketahui, korupsi, kolusi, jual beli jabatan, perizinan, sudah diomongkan, jangan lakukan itu. Kalau ada yang nekat ya tangkap,” kata Ganjar.
Ia juga menjelaskan sudah ada grup WhatsApp (WA) dengan KPK, maka dia berharap agar konseling juga bisa berjalan sehingga kepala daerah terhindar dari tindakan yang ternyata korupsi.
- Rakor ATR/BPN dan KPK, Pemkot Makassar Perkuat Tata Kelola Aset
- KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Kuota Haji ke Pansus DPR
- Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Biro Travel Haji di Sejumlah Daerah
- Wali Kota Makassar Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan SKPD Jelang Pelaksanaan Program Strategis 2026
- Wali Kota Makassar Suarakan Pencegahan Korupsi Sejak Dini dalam Rakor se-Sulsel
“Kita punya grup WA dengan kawan KPK sehingga konseling dibuka. Memastikan bahwa pemerintahan berjalan baik anggaran negara digunakan dengan baik,” jelas Ganjar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
