Terkini.id, Jakarta – Sederet pernyataan yang dinilai janggal saat pelaksanaan tes ASN pegawai KPK baru-baru ini.
Dilansir dari Kumparan, mulai dari pertanyaan seperti alasan masih berstatus lajang hingga masalah gerakan salat.
“Sudah umur segini, kok, belum menikah?” salah satu pertanyaan yang ada dalam tes.
Pertanyaan mengenai kepercayaan juga ditanyakan seperti “Salat subuhnya pakai qunut?”.
Bahkan seorang pegawai mengaku bahwa sempat ditanyai “Islamnya, Islam apa”.
- Pihak Istana Bantah Isu 75 Pegawai KPK Diberhentikan: Itu Bohong!
- Dinilai Makin Konyol, Pertanyaan Tes ASN KPK: Aa Gym Cerai dan Poligami Kok Difollow?
- Sindir Jokowi Layak Diberhentikan, Wartawan Senior: Dia Gak Bisa Qunut
- Pegawai KPK Ngaku Ditanyai Soal Kesediaan Lepas Jilbab: Saya Jawab Gak Dibilangin Egois
- Soal Qunut Subuh Jadi Pertanyaan Tes ASN KPK, Said Didu: Mau Dibawa Kemana Negeri Ini?
Tak hanya itu, disadur dari media Tempo, salah seorang pegawai juga mengaku bahwa ada beberapa pertanyaan esai yang menanyakan hal-hal di luar kerja KPK.
“Di modul ketiga, kami dikasih empat pertanyaan, disuruh memilih yang paling sesuai sama kami. Di sini ada salah satu pernyataan: Nabi adalah suci dan berbeda dengan manusia lain,” kata pegawai itu, dikutip oleh terkini.id, Selasa 4 Mei 2021.
Bahkan, di bagian esai, kata pegawai tersebut, mereka dimintai pendapat mengenai Partai Komunis Indonesia, Front Pembela Islam, Hizbut Tahrir Indonesia, serta LGBT dan Transgender.
Di samping itu, pegawai lainnya juga mengeluhkan perihal beberapa pertanyaan seperti ‘Penista agama harus dihukum mati’ dan ada pula pernyataan ‘Semua Cina sama saja’.
“Ini pernyataan-pernyataan yang tidak sesuai dengan tugas kami di KPK,” ujar pegawai tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari menilai bahwa pernyataan tersebut janggal dan terlihat mengada-ngada.
“Tes berisi hal yang janggal dan mengada-ada,”ujar Feri disadur dari Bisnis.com.
“Misalnya pertanyaan terkait FPI dan pendapat pegawai terhadap program pemerintah, padahal pegawai tidak boleh secara etis berurusan dengan perdebatan politik,” imbuhnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
