Makassar Terkini
Masuk

Dua Kader PDIP Buronan KPK, Gigin Praginanto Sebut Partai Banteng Kelaparan

Terkini.id, Jakarta – Dua kader PDIP saat ini tengah menjadi buronan KPK yakni Harun Masiku dan Mardani H Maming.

Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto terkait hal ini pun turut buka suara. Menurutnya, partai banteng sedang kelaparan.

Hal ini dilontarkan Gigin Praginanto sebagai respon atas tersandungnya dua kader PDIP dalam kasus korupsi hingga harus masuk dalam daftar buronan KPK.

Menurut Gigin Praginanto, pelaku korupsi yang merupakan kader PDIP itu melahap uang rakyat sementara, buzzer 1,2 T makin tajir.

Partai banteng kelaparan, duit rakyat dilahap. Buzzer 1,2 Triliun makin tajir melintir”, kata Gigin Praginanto, dikutip dari cuitannya di media sosial Twitter, Selasa 26 Juli 2022.

Terkait kasus Maming, Pengamat Kebijakan Publik ini pun mengeluarkan sindirannya kepada para Buzzer yang menurutnya bungkam dalam menyikapi kasus korupsi yang menyeret kader PDIP.

“Buzzer 1,2 Triliun rupiah bungkam. Mereka Cuma dibayar pakai uang rakyat untuk mengurusi siapa yang bersebrangan dengan penguasa”, ujar Gigin Praginanto.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyampaikan jika Mardani Maming resmi masuk dalam daftar buronan KPK dan meminta kepada Polri untuk memberikan bantuan dalam penangkapan.

Menurutnya, Maming tidak kooperatif dalam memenuhi dua kali panggilan penyidik KPK sehingga dia dimasukkan dalam DPO.

“Hari ini KPK memasikkan tersangka ini dalam daftar pencarian orang (DPO) dan paralel dengan itu KPK juga berkirim surat ke Bareskrim Polri untuk meminta bantuan penangkapan terhadap tersangka dimaksud”, kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dikutip dari laman Kompas.com.

Lebih lanjut, KPK meminta kepada Maming untuk segera menyerahkan diri sehingga pengusutan perkara ini tidak ada lagi kendala.

“Jika masyarakat memiliki informasi, silahkan dapat menghubungi langsung KPK melalui call centre 198 atau kantor kepolisia terdekat”, kata Ali.

Sebelumnyam Maming diduga menerima suap lebih dari Rp 104,3 miliar selama wakti tujuh tahun, yakni 2014-2021.

Maming juga disebut mendapat fasilitas membangun sejumlah perusahaan setelah memberikan izin pertambangan dan produksu batu bara ke PT Prolindo Cipta Nusantara.