Makassar Terkini
Masuk

Kamarudin Simanjuntak Sebut Pelaku Utama Pembunuhan Brigadir J Bukan Bharada E, Diduga Inisial D

Terkini.id, JakartaKamarudin Simanjuntak sebagai pengacara keluarga Brigadir J mengungkap kasus terbaru. Menurut dia, Bharada E bukan pelaku utama pembunuhan tersebut. Namun, kata Kamarudin, setidaknya ada dua dan satu di antaranya inisial D sebagai pengancam, Minggu 7 Agustus 2022.

Brigadir J sebelum dibunuh, mendapat ancaman pembunuhan dari pelaku yang diduga berinisial D. Hal itu disampaikan langsung oleh pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Oleh karena itu, Kamarudin menyebut Bharada E bukan sebagai pelaku utama pembunuhan Brigadir J. Namun, ada berinisial D.

“Kami yakin ini Eliezer bukan pelaku utama. Setidaknya dua, satu yang mengancam inisialnya D,” sebut Kamarudin dilansir dari detikSumut, Jumat 5 Agustus 2022.

Kamarudin menyampaikan pihaknya menduga terdapat pihak lain terlibat pada kasus tersebut lantaran adanya sejumlah perwira tinggi dan menengah diperiksa. Diduga menghambat pengungkapan kasus ini.

Kata Kamarudin, jika kasus itu hanya antara Brigadir J dan Bharada E, nihil para perwira terlibat dalam menghambat pengungkapan kasus pembunuhan.

“Kalau memang ini hanya antar adc, saya pikir tidak perlu melibatkan bintang-bintang (perwira tinggi) dan melati-melati (perwira menengah) untuk mengkondisikan kasus ini. Ada apa sampai bintang-bintang turun gunung,” katanya.

Saat ditanya peran D, Kamarudin menjelaskan D melakukan pengancaman kepada Brigadir J. Ancaman tersebut dilakukan hingga satu hari sebelum peristiwa di rumah dinas Irjen Sambo dan menewaskan Brigadir J.

“Si D perannya mengancam korban ataupun almarhum tanggal 21 Juni 2022 sampai tanggal 7 Juli 2022. Mengancam akan menghabisi jika dia naik ke atas. Dan direalisasikan tanggal 8 Juli 2022 (peristiwa dugaan pembunuhan Brigadir J),” ujar Kamarudin.

Saat ditanya, maksud Kamarudin dari pernyataan ‘naik ke atas’ itu. Dia juga belum mengetahui secara pasti makna di balik kalimat itu.

“Belum bisa kita pastikan kalau itu,” ujar Kamarudin.

Kamarudin lantas menyebut pihaknya tahu soal ancaman tersebut dari saksi dan bukti-bukti yang sudah mereka pegang.

“Dari keterangan saksi dan juga alat bukti dan juga dokumen elektronik percakapan dan dan juga telepon,” terangnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri sudah menetapkan Bharada E sebagai tersangka pada kasus dugaan pembunuhan kepada Brigadir J. Bharada E juga langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

“Bharada E sekarang ada di Bareskrim, di Pidum. Setelah ditetapkan sebagai tersangka tentu akan dilanjutkan dengan pemeriksaan sebagai tersangka dan akan langsung kita tangkap dan ditahan,” sebut Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian, dikutip dari detikNews, Rabu 3 Agustus 2022.