Kampanye Edukatif: Mahasiswa Melontarkan Kritik, UNHAS Sebut Itu Hoaks

Federasi Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengampanyekan penolakan terhadap komersialisasi pendidikan, PTN-BH, dan PR-Ormawa kepada mahasiswa berawal khidmat di area Gedung Olaraga (GOR) Unhas, Kamis, 8 Agustus 2019.

 Terkini.id, Makassar – Federasi Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengampanyekan penolakan terhadap komersialisasi pendidikan, PTN-BH, dan PR-Ormawa kepada mahasiswa berawal khidmat di area Gedung Olaraga (GOR) Unhas, Kamis, 8 Agustus 2019.

Aksi kampanye edukatif tersebut melalui pembagian selebaran yang mengulas ketimpangan kampus. Hanya saj, tak berselang lama, aksi tersebut membikin berang pejabat birokrasi. Mereka kemudian mendapat tindakan refresif dari satpam.

Terlihat dari video yang berdurasi 52 detik, sejumlah satpam melakukan serentetan tindakan anarkis untuk membubarkan kampanye mahasiswa.

Kasubdit Humas dan Informasi Publik, Direktorat Komunukasi Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman mengatakan hal itu bermula saat mahasiswa berunjuk rasa ketika sedang berlangsung proses penerimaan mahasiswa baru.

“Kelompok mahasiswa ini awalnya memaksa masuk ke dalam barisan mahasiswa baru. Mereka ingin membagikan selebaran,” kata dia saat dikonfirmasi, kamis, 8 Agustus 2019.

“Namun karena acara penerimaan mahasiswa baru sedang berlangsung, maka tindakan mereka dicegah oleh aparat keamanan kampus,” sambungnya.

Ia mengatakan beberapa mahasiswa melakukan provokasi, bahkan ada yang memaki-maki aparat keamanan kampus.

Oleh sebab itu, dia menyebut, demi menjaga jalannya acara penerimaan mahasiswa baru yang sedang berlangsung, aparat keamanan kemudian mengambil tindakan tegas.

“Hal ini memperoleh perlawanan dari mahasiswa yg berdemo. Akibatnya terjadi gesekan,” ungkapnya.

Rahmat, Juru Bicara Federasi Mahasiswa Unhas membantah bila pihaknya memaksa masuk. Ia mengatakan aksi pembagian selebaran dicegat sejak dari pagi.

“Katanya jangan ganggu acara kami, padahal tidak ada maksud lain selain kampanye, ditambah tidak ada pengeras suara dibawa,” ungkapnya.

Ia mengatakan situasi mulai berubah setelah massa akasi mendengar penyampaian panitia yang berasal dari dalam GOR yang meminta dan mengancam mahasiswa baru agar mengangap selebaranl tersebut hoaks.

“Bagi peserta jangan pernah menerima selebaran apapun di luar, bagi mahasiswa yang menerima akan kita tidak anggap sebagai mahasiswa Unhas,” ucap Rahmat menirukan panitia dari dalam GOR

Mendengar hal tersebut, massa akasi kemudian memutuskan mengambil alih perhatian mahasiswa dengan menggunakan pengeras suara, sembari berjalan membawa selebaran.

Pembubaran massa aksi yang membagikan selebaran, berawal setelah massa aksi berjalan kaki dari SPACE Park menuju mahasiswa baru.

Dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan “Selamat Datang MABA 2019 Jangan Jadi Boneka Baru” dan selebaran tidak sempat terdistribusi sebelum akhirnya gerombolan satpam berlari menghalau. Gesekan pun tak dapat terhindarkan.

Dia mengatakan keadaan mereda pada pukul 15:42 Wita, Arsunan Arsin selaku WR 3 datang  untuk sekadar melihat massa kampanye. Namun, kata dia, ketika dimintai pertanggungjawaban terkait tindakan represif satpam dia memilih bungkam.

“Ia memilih bungkam dan tidak menjawab pertanyaan dari mahasiswa. Pukul 16:13 Wita mahasiswa meninggalkan WR 3 yang tak bertanggung jawab dan kembali membagikan pamflet kepada orang tua atau wali mahasiswa,” jelasnya.

Ia menyebut Federasi Mahasiswa Unhas membubarkan diri dengan tertib. Ia mengatakan  sangat mengecam tindakan represif satpam kepada mahasiswa yang melakukan kampanye edukatif dan mengecam WR 3 yang tak bertanggung jawab atas kejadian ini dan memilih untuk bungkam.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Kampus

Empat Prodi di Unhas Raih Akreditasi Internasional ASIIN

Terkini.id, Makassar - Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar acara syukuran yang dirangkaiakan dengan penyerahan Sertifikat ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften