Kasus Rachel Vennya Kabur Karantina Naik Tahap Penyidikan, Terancam 1 Tahun Penjara

Terkini.id, Jakarta  –  Polda Metro Jaya menaikkan status kasus selebgram Rachel Vennya kabur dari karantina RSDC Wisma Atlet dari penyelidikan ke tingkat penyidikan. Polisi sudah menemukan tindak pidana dari kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yisri Yunus mengatakan, penetapan kenaikan status hukum Rachel Vennya ini berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik usai mendapatkan keterangan dari Rachel.

“Pagi tadi sudah dilakukan gelar perkara, baru saja selesai. Saya dapat infromasi, gelar perkara hasilnya adalah dari penyelidikan dinaikkan menjadi penyidikan. Jadi sudah kita naikkan ke penyidikan. Persangkaanya di UU tentang Karantina dan wabah penyakit ancaman 1 tahun penjara,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, dilansir dari Okezone pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Baca Juga: Reuni 212 Belum Kantongi Izin, Novel Bamukmin: Memang Selalu Saja...

Selanjutnya penyidik akan menjadwalkan kembali untuk memanggil Rachel menjalani pemeriksaan lanjutan. Meski demikian, Yusri mengaku belum tau kapan pemeriksaan lanjutan dilakukan.

“Nanti rencana tindak lanjutnya kita akan menyiapkan administrasi secepatnya untuk memanggil lagi yang bersangkutan, kita akan lakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Baca Juga: Terungkap! Pelaku Mutilasi di Bekasi, Polisi: Pelaku Sakit Hati dengan...

Sebelumnya, ramai diberitakan terkait kasus Rachel yang melanggar ketentuan karantina Covid-19.

Buntut dari kasus tersebut, Rachel bersama kekasihnya Salim Nauderer, juga Maulida Khairunnia yang merupakan manajer Rachel juga turut diperiksa.

Ketiganya diperiksa perihal dugaan kasus kabur saat tengah menjalani proses isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan setelah bepergian dari luar negeri.

Baca Juga: Terungkap! Pelaku Mutilasi di Bekasi, Polisi: Pelaku Sakit Hati dengan...

Disebutkan ,dalam Pasal 9 ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dijelaskan, setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan. Kemudian pada ayat 2 menyatakan setiap orang berkewajiban ikut serta dalam penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Sementara itu, dalam Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular menyatakan, barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp1 juta.

Bagikan