Kecintaannya Terhadap Anak-Anak Dorong Vanessa Menjadi Relawan bagi Pengungsi di Malaysia

Vanessa Angelin Chelzenia Linting, merupakan mahasiswi program studi Manajemen Universitas Hasanuddin

Terkini.id – AIESEC in Unhas merupakan organisasi yang berfokus mengembangkan kepemimpinan, karakter, dan potensi yang dimiliki pemuda.

Bukan hanya itu, AIESEC juga turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh PBB untuk dunia yang lebih baik di 2030.

Salah satu produk AIESEC in Unhas yaitu GV (Global Volunteer) dimana merupakan kegiatan yang bukan hanya mewujudkan implementasi dari ke-17 poin SDGs, tetapi juga mengembangkan potensi dari pemuda itu sendiri.

Salah satu pemuda yang mengambil kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya yaitu Vanessa Angelin Chelzenia Linting, merupakan mahasiswi program studi Manajemen Universitas Hasanuddin.

Vanessa memilih mengikuti program bernama Light A Refugee’s Dream yang merupakan implementasi dari SDGs nomor 4 yaitu Quality of Education.

Menarik untuk Anda:

Light A Refugee’s Dream merupakan program kerja sama antara Manna House dan AIESEC Taylor’s University. Program ini berfokus untuk memberikan pendidikan bagi anak-anak pengungsi di Subang, Malaysia.

Vanessa menghabiskan waktu selama 3 minggu mendedikasikan diri bersama volunteer lainnya untuk membantu menyediakan kualitas pendidikan yang bermutu bagi para anak-anak pengungsi. Waktu mengajar yang padat tidak melunturkan semangatnya untuk berbagi dan menyebarkan ilmu kepada anak-anak tersebut.

“Jadi saya dan teman-teman yang lain mulai mengajar dari jam 10 pagi sampai jam 3 sore, untuk mata pelajaran bahasa inggris dan matematika. Jadi kami mengajar sesuai dengan materi dan kelas yang sudah ditentukan dari pihak AIESEC. Dan waktu itu kami pegang kelas 1-4,” ujarnya.

Selain volunteer dari Indonesia, juga ikut bergabung volunteer yang berasal dari Jerman, Cina, dan Taiwan, dengan total 6 orang orang.

“Saya pilih project ini karna saya suka mengajar anak kecil. Setelah jadi guru Sekolah Minggu di gereja, saya juga mau membantu anak-anak pengungsi agar mereka bisa berkembang seperti anak-anak lainnya,” ujar Vanessa.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

STIK TM Sambut Orientasi Mahasiswa Baru Lewat Daring

Wujudkan PT Terbaik, UIM Bersiap Terapkan Standar Manajemen Kinerja Internasional

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar