Minim Akses Pendidikan, Mahasiswa Unhas Bantu Pembelajaran Anak-anak Pulau Lanjukang

Unhas
Minim Akses Pendidikan, Mahasiswa Unhas Bantu Pembelajaran Anak-anak Pulau Lanjukang

Terkini.id, Makassar – Pendidikan merupakan jalan emas menuju perbaikan kualitas hidup suatu bangsa. Tanpa pendidikan, suatu negara akan jauh tertinggal dari negara lain.

Pasal 31 ayat (1) UUD 1945 secara jelas menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan, diikuti dengan kewajiban belajar selama 12 tahun yang dicanangkan oleh pemerintah.

Namun berdasarkan data yang dilansir dari UNICEF pada tahun 2016, bahwa masih terdapat 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menikmati Pendidikan, diantaranya sebanyak 600 ribu anak usia sekolah dasar (SD) dan 1,9 juta anak usia sekolah menengah pertama (SMP).

Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari puluhan ribu pulau membuat pemerintah sulit untuk menjangkau seluruh pulau yang berjajar dari sabang sampai merauke, terutama pulau-pulau terluar.

Oleh karenanya, tidak dapat dipungkiri bahwa terjadi ketidaksetaraan dalam hal pembangunan dan fasilitas meliputi layanan dasar pemerintah seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya yang akan membuat kualitas hidup penduduknya rendah, terutama pada fasilitas pendidikan.

Menarik untuk Anda:

Minimnya fasilitas Pendidikan di pulau-pulau terluar membuat anak-anak harus berjalan berpuluh kilometer atau berperahu mengarungi lautan agar bisa bersekolah.

Sulitnya akses ini membuat sebagian besar dari mereka lebih memilih untuk berhenti sekolah dan bekerja membantu orangtua mereka di laut. Kondisi seperti ini banyak terjadi, salah satunya di pulau Lanjukang, Sulawesi Selatan.

Sulitnya akses pendidikan di Pulau Lanjukang, Makassar

Pulau Lanjukang merupakan pulau terluar di wilayah Makassar yang berjarak kurang lebih 40 km dari kota Makassar dan untuk mencapai pulau ini hanya bisa menggunakan kapal kecil dengan biaya yang cukup tinggi.

Hal inilah yang kerap menyulitkan penduduk pulau Lanjukang, khususnya para anak nelayan harus mengakses pendidikan ke luar pulau sebab belum adanya sekolah yang beroperasi dipemukiman mereka.

Maka tidak heran jika di pulau ini banyak ditemui anak-anak yang buta huruf karena tidak bersekolah, padahal keterampilan membaca harus segera dikuasai sejak dini sebab keterampilan membaca merupakan modal utama seseorang dalam upaya memperoleh informasi dan pengetahuan.

Melihat dari kebutuhan anak-anak pulau Lanjukang ini, maka Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Program Kreatifitas Masyarakat (PKM) ini membantu memfasilitasi kebutuhan anak-anak tersebut dengan menyelenggarakan pendidikan luar sekolah berupa kegiatan pembelajaran dan pendampingan dengan menerapkan metode yang menarik dan menyenangkan.

Citizen Reporter: Wilda Khairiyah

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kabar Baik Unhas Loloskan 113 PKM, Peringkat Ketiga se Indonesia

FK Unhas Gelar Kuliah Umum Forensik Online

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar