Kejati Sulsel Periksa Mantan Kadis dan Pejabat Disdik Soppeng, Ini Kasusnya

Disdik Soppeng
Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Disdik Soppeng Umar Nameng

Terkini.id, Soppeng – Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Selatan memeriksa mantan Kadis dan Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng.

Dari informasi yang diperoleh terkini.id, pemeriksaan mantan Kadis dan Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng yang diperiksa Pidsus Kejati Sulsel, terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan buku perpusatakaan di 25 sekolah dasar di Kabupaten Soppeng pada tahun 2017 dan 2018.

Mantan kadis dan pejabat dinas pendidikan diduga melakukan korupsi pengadaan buku dan alat peraga karena tidak sesuai spesifikasi dan adanya pembagian fee pada pelaksanaan kegiatan tersebut.

Adapun anggaran pengadaan buku perpustakaan pada tahun 2018 mencapai Rp 1,1 milyar. Dan tahun 2017 lalu anggaran buku, alat peraga mencapai Rp 2,25 milayar.

Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Disdik Soppeng benarkan dirinya telah dipanggil Kejati Sulsel

Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Disdik Soppeng Umar Nameng saat dihubungi terkait pengadaan buku perpustakaan yang terindikasi korupsi tersebut mengaku telah dipanggil oleh pihak Kejati Sulsel.

“Betul saya telah dipanggil oleh Kejati bersama rekan lainnya,” katanya kepada terkini.id, Senin, 1 April 2019.

Terkait panggilan Kejati, Umar enggan berkomentar lebih jauh.

“Kalau soal panggilan kemarin, apakah pemeriksaan atau klarifikasi, silahkan tanyakan ke Kajati masalah itu,” ujar Umar.

Hingga berita ini diturunkan, Kasi Pengkum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan belum bisa dihubungi via celuler.

Komentar

Rekomendasi

KPU Soppeng Umumkan Calon PPK yang Lulus Adminstrasi

Bupati Soppeng: Perbaikan Jalan Poros Desa Ganra Harus Cepat Selesai

NasDem Days Bakal Digelar di Makassar, DPD Soppeng Siap Hadir

Sekda Soppeng: ASN Harus Netral di Pilkada 2020

Soppeng Luncurkan Varietas Jagung Manis, Gubernur Nurdin Abdullah Siap Ekspor

Gubernur Sulsel Tanam Jagung Untuk Isi Pangsa Pasar Jepang

BPBD Soppeng Catat kerugian Akibat Banjir Mencapai Rp 39 Miliar

Pemkab Soppeng Terus Galakkan Subuh Mengaji    

Pasca Banjir di Soppeng, BPBD Belum Miliki Data Korban Bencana 

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar