Keluhan Warga Pulau Barrang Caddi Hidup Tanpa Listrik Temukan Titik Terang

Keluhan Warga Pulau Barrang Caddi Hidup Tanpa Listrik Temukan Titik Terang

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Menurut Akbar, dari hasil pemeriksaan sementara, biaya perbaikan 1 buah genset sebesar Rp200 juta lebih. Besar kemungkinan hanya satu yang dibenahi.

Di sisi lain, genset tersebut bukan aset Pemkot. Sebab sudah dihibahkan ke masyarakat. Sehingga penganggarannya membutuhkan pembahasan lebih lanjut

“Jadi kemungkinannya 1 saja dulu diperbaiki yang lebih ringan biayanya. Karena mesin mahal, jadi satu sj dulu. Diusahakan walau perkiraan dana Rp50 juta ini biaya besar, saya tunggu realisasi Pak Kadis karena tim PU sudah turun,” ungkapnya.

Akbar memastikan perbaikan listrik di Barrang Caddi bukanlah pengadaan genset baru namun pemerintah akan membantu biaya service atau perbaikannya saja.

“Perbaikan bukan pengadaan baru. Kalau pengadaan baru kan tidak ada dalam anggaran ini tahun jadi diusahakan diservis saja, ini juga kan hibah tidak boleh kita biayai kalau bukan aset Pemkot,” tandasnya.

Baca Juga

Salah satu pemuda Barrang Caddi Rusli menyebut selama 3 bulan masyarakat pulau hidup dengan penerangan lilin.

“Kami sangat berharap ada tindakan dari pemerintah dan tidak membiarkan kami terus seperti ini,” tutur Rusli

Selama tiga bulan tanpa listrik, Rusli mengaku masyarakat Barrang Caddi kesulitan menjalani aktivitas. Khususnya, bagi anak-anak yang bersekolah secara daring.

“Itu kan anak-anak harus pakai handphone tapi tidak tahu dimana harus mengisi dayanya. Ada tenaga surya tapi tidak cukup,” keluhnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.