Kembali Panas! Soal Habib Bahar ‘Usik’ KSAD Dudung, TNI: Assalamualaikum Bahar, Kita Semua Cari Kau

Kembali Panas! Soal Habib Bahar ‘Usik’ KSAD Dudung, TNI: Assalamualaikum Bahar, Kita Semua Cari Kau

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Beredar video di media sosial berisi luapan amarah anggota TNI yang menanggapi pernyataan Habib Bahar Bin Smith beberapa hari lalu.

Di mana Habib Bahar dinilai mengusik KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dan memprovokasi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dalam unggahan video tersebut, pria berseragam TNI itu mengingatkan Habib Bahar atas aksi provokatifnya.

“Assalamualaikum Bahar, ente muslim kita Tentara Nasional Indonesia banyak yang muslim juga. Jangan kamu provokasi orang muslim se-Indonesia,” ujarnya.

Lanjut “Kamu jelekin pimpinan kami berarti kamu jelekin kami semua tentara nasional indonesia, kamu liat kita semua cari kau,” sambungnya.

Baca Juga

Beredar video Habib Bahar yang menanggapi Jenderal Dudung Abdurachman terkait penurunan baliho HRS hingga TNI yang dinilai “tidak ada” saat erupsi Semeru. Dilansir dari Galamedia, Selasa, 21 Desember 2021.

Menanggapi polemik ceramah-ceramah Habib Bahar, praktisi media, Rudi S. Kamri ikut berkomentar melalui  Instagram.

Ia juga ikut membagikan video luapan kemarahan prajurit TNI yang dibuat geram oleh Habib Bahar.

“Rasain Loe Bahar!! Dikejar tentara nangis lo ya,” tulis Rudi dalam unggahan Instagramnya.

Sampai saat ini video dimaksud masih beredar di media sosial dengan respons beragam.

Sementara, pengacara Habib Bahar, Ichwan Tuankotta mengatakan ceramah kliennya itu tak lepas dari mengkritik kebijakan pemerintah terkait penanganan Semeru.

Ia mengatakan Bahar hendak membandingkan bahwa FPI justru hadir terlebih dulu ke tempat bencana ketimbang Dudung. Padahal FPI sudah dibubarkan pemerintah.

“Jangan dipotong-potong makna ceramahnya itu. Maksud itu peristiwa di Semeru itu, beliau teriak bubarkan FPI. Tapi FPI yang hadir duluan di sana. Bahkan ada pemasangan bendera HRS. Jadi FPI yang dibubarkan kok FPI yang lebih dulu ke Semeru dibandingkan Jendral Dudung. Kuncinya di situ. Itu bagian dari mengkritik kebijakan pemerintah,” kata Ichwan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.