Kendati RS Batua Berkasus di Pengadilan, Komisi A Dukung Pemkot Makassar Lanjutkan Pembangunan

Kendati RS Batua Berkasus di Pengadilan, Komisi A Dukung Pemkot Makassar Lanjutkan Pembangunan

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Rachmat Taqwa Qurais mendukung penuh langkah pemerintah kota dengan kembali menganggarkan Rp10 miliar untuk kelanjutan proyek Rumah Sakit Batua.

Kendati, bangunan ini diketahui masih bersoal di pengadilan lantaran terdapat kasus korupsi di dalamnya.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel mengajukan kasus dugaan korupsi pembangunan RS Batua Makassar tahap I tahun 2018 ke Kejati Sulsel untuk disidangkan dengan alasan bangunan tidak bisa digunakan.

Pemerintah Kota Makassar berpandangan lain dan berencana melanjutkan pembangunan tersebut.

Rachmat Taqwa Qurais mengatakan, jika Rumah Sakit Tipe C RS Batua sangat dibutuhkan di kota metropolitan seperti Makassar.

Baca Juga

“Makassar sangat membutuhkan sarana dan prasarana kesehatan sbg kota metropolitas, kedua, kita masih dalam tekanan pandemi, daripada mubasir, maka kita menyarankan apa tidak sebaiknya RS batua itu diselesaikan, dengan catatan mendapat izin dari penyidik atau majelis hakim,” ujar RTQ, Rabu, 20 April 2022.

RTQ mengatakan Wali Kota Makassar mengusulkan agar pembangunan tersebut kembali dilanjutkan.

Namun, kata dia, terlebih dahulu pihak Pemkot Makassar harus menggandeng tim teknis Unhas untuk mengkaji kelayakan gedung tersebut.

“Silahkan saja kita dukung ide itu karena itu tadi kebutuhan kita akan rumah sakit sangat besar di Makassar. Detail anggaran saya tidak ingat tapi setahu saya ada dalam rangka mengantisipasi, apabila ada izin dari majelis untuk melanjutkan pembangunan. Baik dari majelis, pengadilan dan tim teknis untuk perintah melanjutkan pembangunan,” katanya.

Lebih lanjut, politisi fraksi PPP itu menegaskan, untuk menuju kota dunia, hal pertama yang harus diperhatikan yaitu adanya penunjang fasilitas kesehatan yang memadai.

“RS Tipe C memang dibutuhkan, karena kita kota metropolitan menuju kota dunia praktis RS itu dibutuhkan, persoalan ada kasus itu lain soal, tp kebutuhan kita akan rs sangat besar makanya kita dukung ide itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, mengatakan berdasarkan analisis data yang ia terima dari tim ahli Universitas Hasanuddin. Bangunan tersebut dinilai masih layak dan kokoh untuk digunakan sehingga pihaknya kembali menganggarkan Rp10 miliar dalam APBD tahun 2022.

“Bukan saya yang bicara, tapi ada datanya dari Unhas dan dia pake modelling. Itu komputer yang bikin, memakai aplikasi struktur untuk menghitung kembali kekuatannya. Makanya kenapa saya berani menerima usulan DPRD untuk menganggarkan. Tadinya Rp20 miliar, tapi saya minta Rp10 miliar saja,” beber Danny.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Helmy Budiman mengakui bahwa anggaran Rp10 miliar tersebut sudah disetujui dalam pembahasan APBD 2022.

Helmy mengatakan, usulan untuk kembali memasukkan RS Batua dalam penganggaran memang sudah semestinya dilakukan. Fasilitas pelayanan kesehatan itu seyogyanya harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Kami menganggap bahwa RS Batua ini mau tidak mau, suka tidak suka, harus segera dimanfaatkan,” katanya.

Namun, Helmy memastikan bahwa proyek tersebut baru akan kembali digodok saat seluruh proses persidangan tuntas. Pihaknya bakal meminta pendapat tim ahli berkaitan dengan kontruksinya.

“Mudah-mudahan anggaran yang kami siapkan di APBD pokok ini bisa dimanfaatkan. Karena kalau RS Batua ini dimanfaatkan, berguna untuk masyarakat juga. Kita harapkan segera diselesaikan masalah ini,” jelasnya.

Untuk pengerjaan awalnya, anggaran Rp10 miliar tersebut bakal digunakan untuk penyelesaian bangunan di lantai satu dan dua agar bisa segera difungsikan.

Dia memprediksi, pengerjaan mulai bisa dilakukan pada triwulan keempat tahun ini.

“Kalau persidangan ini saya melihat kecenderunganya selesai di bulan 8. Kalau sudah ada putusannya, dengan Rp10 miliar itu bisa dilaksanakan di akhir tahun,” katanya.

“Tahun depan kalau cukup waktu dan anggaran tersedia, kami minta tim ahli untuk konsultasi, untuk lanjutkan sesuai skema perencanaan awal yang tujuh lantai,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.