Kepala Desa di Takalar Mengeluh Pencabutan Insentif PPKBD

Karunia Ramli, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Bontomangape, mengeluhkan pencabutan honor atau insentif Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) kepada Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham.

Terkini.id,Takalar Karunia Ramli, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Bontomangape, mengeluhkan pencabutan honor atau insentif Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) kepada Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham.

Hal itu disampaikan Karunia Ramli saat memberikan sambutan pada sosialisasi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) melalui KIE yang digelar oleh Komisi IX DPR RI, bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan, di Desa Bontomangape, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.

“Saya harapkan kedatangan ibu Aliyah disini bisa membawa angin segar untuk masa depan warga Bontomangape yang lebih baik. Ibu Aliyah, yang mau saya sampaikan soal pencabutan Insentif petugas PPKBD, kasian juga mereka mau bekerja membantu Pemerintah dalam mensukseskan Program KB tapi tidak ada yang pemerintah berikan kepada mereka, mungkin bisa dibantu diperjuangkan,” ucap Karunia Ramli.

Menanggapi hal itu, Aliyah Mustika Ilham yang bermitra dengan BKKBN mengatakan akan mengkomunikasikan hal tersebut kepada pemerintah daerah untuk selanjutnya diteruskan ke BKKBN dan Komisi IX DPR RI.

“Baik, saya akan sampaikan hal ini ke pemerintah kabupaten Takalar dan BKKBN untuk selanjutnya kami akan bahas di Komisi IX,” ujar Aliyah.

Baca juga:

Selain itu, isteri Ilham Arief Sirajuddin  (IAS) ini juga mengajak ratusan warga yang hadir pada sosialisasi tersebut untuk memahami makna dari KB untuk selanjutnya diterakpan dalam keluarga.

“KB itu tidak seperti yang kebanyakan warga kira, melarang kita melahirkan anak lebih dari dua orang. Tapi dalam program KB kita diajarkan bagaimana merencanakan masa depan keluarga. Mulai dari awal menikah, perencanaan kehamilan sampai melahirkan dan membimbing anak sampai menjadi generasi yang berkualitas,” kata mantan Ketua PKK Kota Makassar 2004-2014 ini.

Program KB, lanjutnya, tidak melarang warga yang ingin melahirkan anak lebih dari dua orang.

“Kita tidak dilarang melahirkan anak lebih dari dua anak, selama kita mampu mempertanggungjawabkan masa depan anak-anak kita. Terserah mau punya anak tiga atau empat, yang penting kita bisa pastikan kalau kita dapat mengawal mereka dalam mempersiapkan masa depan yang baik,” tuturnya.

Sementara, perwakilan dari BKKBN Sulsel, Tawakkal, yang hadir sebagai pemateri mengatakan, dalam menjalankan program KB di keluarga kita harus menghindari yang namanya empat terlalu.

“Yang pertama terlalu muda melahirkan, nah di usia di bawah 20 tahun seorang wanita masih sangat rentan terkena penyakit kanker jika melahirkan anak. Yang kedua adalah terlalu tua, diatas usia 35 tahun ini juga cukup berbahaya untuk seorang wanita jika melahirkan anak. Yang ketiga dan keempat adalah terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jaraknya, ini juga sangat berbahaya, selain masalah risiko penyakit kanker pada kandungan, juga masalah pengurusan anak.

“Bayangkan kalau anak pertama dengan anak kedua jaraknya cuma 1 atau 2 tahun, kita harus membagi waktu dan perhatian untuk mereka berdua sementara mereka masing-masing masih membutuhkan waktu dan perhatian khusus dalam pembentukan karakter untuk masa depan mereka,” kata Tawakkal.

“Olehnya itu, ada baiknya kalau kita mengatur jaraknya, setidaknya 3 sampai 5 tahun. Nah di usia ini mereka sudah mulai bisa mandiri tinggal bagaimana kita membimbing mereka,” tutur Tawakkal.

Komentar

Rekomendasi

Masa Darurat Covid-19, Kemendikbud Dorong Pemda Terapkan PPDB Daring

Pushidrosal Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrem di Perairan Samudera Hindia

Mobil Bantuan BNPB Dialihkan ke Luar Surabaya, Risma: Kalau Mau Boikot Jangan Gitu Caranya

Nihil Kasus Baru Corona, Gubernur Kalbar Izinkan Warga Salat Berjamaah di Masjid

Gegara Video Polisi Siksa Pria Kulit Hitam hingga Tewas, Warga Amerika Rusuh

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar