Masuk

Kepala Sekolah Tersangka Teroris, YM: Makin Kelihatan yang Kemarin Minta Densus 88 Dibubarkan Itu Bagian dari Teroris

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad (YM) menanggapi berita soal Kepala Sekolah yang menjadi tersangka teroris.

Ia melontarkan sindiran keras kepada pihak yang meminta agar Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri atau Densus 88 dibubarkan.

Yusuf Muhammad mengatakan, kini semakin terlihat bahwa pihak yang sebelumnya meminta Densus 88 dibubarkan adalah bagian dari teroris.

Baca Juga: Densus 88 Kembali Meringkus 5 Pelaku Terorisme di Riau, Hingga Saat Ini 13 Orang Telah Diamankan

Pasalnya, para teroris bahkan sudah menyusupi dunia pendidikan. Terbukti, Densus 88 baru-baru ini menangkap tersangka teroris yang berprofesi sebagai Kepala SDN di Lampung.

“Bayangkan, sudah sekritis ini dunia pendidikan kita disusupi oleh bandit-bandit teroris,” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 3 November 2021.

“Makin kelihatan yang kemaren mintak Densus 88 dibubarkan itu jelas bagian dari teroris!” sambungnya.

Baca Juga: Denny Siregar: Terorisme itu Ada, Nyata dan Kejam

Dilansir dari Detik News, sebelumnya, Densus 88 menangkap dua tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Lampung.

Salah satu tersangka teroris berinisial DRS (47) merupakan kepala SDN di daerah Pesawaran, Lampung.

“Jenis pekerjaan (DRS) PNS, sebagai kepala SDN Pesawaran,” ujar Kabag Bantuan Operasi Densus 88, Kombes Aswin Siregar pada Rabu, 3 November 2021.

Aswin juga membeberkan bahwa DRS pernah menduduki sejumlah jabatan di yayasan amal Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

Baca Juga: Anies Baswedan Ganti RSUD Jadi Rumah Sehat Untuk Jakarta, Yusuf Muhammad: Bisa Disingkat RSJ

Menurutnya, Yayasan amal ini diduga mengumpulkan dana untuk kegiatan kelompok teroris JI.

“DRS pernah menjabat Sekretaris LAZ BM ABA Lampung dan sempat menjabat Wakil Ketua LAZ BM ABA Lampung ketika S (61) menjabat sebagai Ketua LAZ BM ABA Lampung, Ketua LAZ BM ABA Lampung periode 2018, 2019, dan 2020,” ungkap Aswin.

“Anggota kelompok Jamaah Islamiyah yang sudah berbaiat ke Amir Jamaah Islamiyah, mengetahui aliran dana LAZ BM ABA yang digunakan untuk menjalankan organisasi Jamaah Islamiyah,” sambungnya.

Adapun beberapa waktu yang lalu, sempat ramai dibicarakan soal pembubaran Densus 88 usai diusulkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.