Kerja dari Rumah, ASN Pemkot Parepare Wajib Share Location

Terkini.id, Parepare – Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, menerapkan sistem efektivitas kerja di lingkungan Pemkot Parepare. Itu dengan memberlakukan penyesuaian sistem kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona.

“Jadi kami melonggarkan jam kerja. ASN bisa mengerjakan pekerjaannya di rumah, namun yang harus dikerjakan di kantor, ya tetap di kantor. Kami juga meniadakan sistem absen sidik jari, diganti dengan absen manual,” terang Taufan.

Sekretaris BKPSDMD Parepare, Adriani Idrus menambahkan, meski tidak diberlakukan absen elektronik sidik jari, namun aktivitas ASN selama 8 jam tetap terpantau lewat aplikasi share locatioan Google Maps.

Baca Juga: DPRD Sulsel Terapkan Kerja Dari Rumah Selama PPKM

Adriani menjelaskan, menindaklanjuti edaran Menpan-RB, edaran Mendagri, dan imbauan Gubernur Sulsel itu, Pemkot Parepare mengeluarkan kebijakan ASN dapat menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah (work from home) dikecualikan ASN yang bekerja pada bidang pelayanan publik, kesehatan, kebersihan, penyelamatan dan bencana, ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Namun demikian, kata dia, Kepala SKPD harus memastikan atau menugaskan minimal dua level pejabat struktural tertinggi untuk tetap melaksanakan tugasnya di kantor agar penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.

Baca Juga: Surat Edaran PPKM, Wali Kota Parepare Tak Larang Aktivitas Masyarakat...

“Bagi ASN yang tetap melaksanakan tugas di kantor agar tidak melakukan kegiatan atau rapat yang bersifat pengumpulan orang dan meminimalisir

pertemuan dengan tamu dari luar lingkungan kantor, serta mengisi daftar hadir secara manual,” ingat Adriani.

Wali Kota melalui Sekda, kata dia, menerima laporan pelaksanaan tugas dari tempat tinggal para ASN secara harian lewat pimpinan SKPD masing-masing.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Parepare Masih Tinggi, Pembatasan Aktivitas Masyarakat Kembali Diperpanjang

“Kebijakan ini berlaku sejak 16 Maret 2020, sampai dengan tanggal 31 Maret 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan,” tandas Adriani.

Bagikan