Masuk

Dewan Soroti Ketersediaan Obat Menipis di Makassar, Dinkes Sebut Ada Perubahan Anggaran

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Makassar – Anggota Komisi D DPRD Makassar Yeni Rahman melayangkan kritik terhadap perencanaan Dinas Kesehatan yang dinilai buruk. Pasalnya, ketersediaan obat-obatan di Puskesmas kian menipis. Bahkan, banyak yang belum tersedia.

Yeni menilai seharusnya perencanaan soal obat sudah dilakukan pada tahun sebelumnya. Bukan baru dipikirkan pada saat ini. Ia mengatakan, sebelumnya Dinas Kesehatan berdalih terjadi perubahan harga obat.

“Kalau tahun sekarang bagaimana kita eksekusi, 

Baca Juga: Tok! DPRD Makassar Tetapkan APBD 2023 Rp 5,6 Triliun

orang sakit tidak menunggu obat, masa jangan dulu sakit kalau belum ada obat,” ujar Yeni, Sabtu, 23 Juni 2022.

Ia pun meminta Dinas Kesehatan segera menyelesaikan persoalan tersebut. Pasalnya, kata dia, hingga bulan Juli ketersediaan obat masih minim.

Salah satu pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Makassar, IK mengeluhkan obat yang dibutuhkan tak tersedia. Ia mengatakan waktu berobat pakai BPJS dan diberi resep obat namun obatnya tak tersedia.

Baca Juga: Pemkot dan DPRD Makassar Sepakati APBD 2023 Rp 5,6 Triliun

Ia pun harus merogoh kocek untuk membeli obat di luar.

“Pas saya bawa ke apoteknya di lantai satu, kata rumah sakitnya tidak ada, jadi disuruh beli di luar. Ada yang dikasi satu obat, Paracetamol, yang duanya tidak. Harganya itu ratusan,” ucapnya.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Makassar Adi Novissa menuturkan hal itu terjadi lantaran ada perubahan PPN dari 10 % menjadi 11% pada bulan April.

Hal itu, kata dia, menyebabkan adanya perubahan anggaran belanja obat. 

Baca Juga: Rakor Sekretariat DPRD Makassar di Lorong Wisata Jincheng Tuai Apresiasi dari Lurah Mampu

Selain itu, Adi mengatakan pada beberapa penyedia obat yang ada di e katalog tidak mampu menyediakan pesanan obat karena kehabisan bahan baku. Sehingga harus mencari penyedia lain.

“Namun alhamdulillah, dengan koordonasi ke SKPD terkait, masalah tersebut sudah bisa diselesaikan, dan obat-obatan sedang dalam proses pengiriman,” paparnya.

Menurutnya, secara bertahap obat-obat yang dibutuhkan sudah mulai sampai di Gudang Farmasi Kota Makassar. Selanjutnya akan didistribusikan ke seluruh Puskesmas.