Ketua DPC Gerindra Jeneponto Ungkap Fakta Keterangan Sakit Ketua DPRD Jeneponto

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Jeneponto,Andi Baso Sugiarto/Syarie

Terkini.id, Jeneponto – Salah seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto, diduga asal memberi surat keterangan sakit.

Hal itu mencuat dengan adanya surat keterangan sakit Ketua DPRD Jeneponto yang diterima oleh pimpinan rapat badan musyawarah (Bamus) DPRD Jeneponto pada tanggal, 9 Januari 2020.

“Surat keterangan sakit itu diserahkan ke saya, baru saya disposisi ke sekwan. Sesuai dalam surat keterangan sakit itu, sehubungan dengan penyakitnya perlu diberi istirahat selama 5 hari,” kata Wakil I DPRD Jeneponto, Irmawati melalui pesan WhatsAppnya.

Dimana rapat Bamus yang dipimpin oleh Irmawati pada saat itu tidak korum karena hanya dihadiri 9 orang dari 20 anggota Bamus, termasuk Ketua DPRD Jeneponto, Hj Salmawati tidak hadir dengan alasan sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan sakit yang ditanda tangani oleh dokter Ronal.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC Gerindra Jeneponto, menganggap itu adalah akal-akalan Ketua DPRD Jeneponto, Hj Salmawati untuk tidak menghadiri rapat Bamus pada saat itu.

“Saya duga itu upaya Salmawati untuk tidak hadir rapat supaya tidak korum, yang saya anggap menghambat proses pergantian Ketua DPRD dan saya juga mendapat informasi beberapa anggota Bamus yang dihubungi lewat WhatsAppnya untuk tidak hadir rapat supaya tidak korum. itu artinya dia (Salmawati) sudah tidak taat dan patuh pada keputusan partai,” Kata Andi Baso Sugiarto, Selasa, 14 Januari 2020.

Ditanya terkait surat keterangan sakit, Ketua DPC Gerindra mengaku dokter yang memberikan surat keterangan asal memberikan surat keterangan sakit tanpa diagnosa penyakit yang jelas

“Kalau dilihat dari keterangan sakit itu tidak ada diagnosa penyakitnya, di situ hanya mengatakan sehubungan dengan penyakitnya perlu diberi istirahat 5 hari, tidak yang tercantum diagnosa penyakitnya apa,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, Hj Salmawati menghadiri pesta pernikahan saat tidak menghadiri rapat Bamus pada, 9 Januari 2020.

“Faktanya, Jumat, 10 Januari 2020 Ketua DPRD Jeneponto itu menghadiri resepsi pernikahan adek kandung Camat Bontoramba, buktinya saya sudah pegang,” ungkapnya.

Andi Baso Sugiarto juga mengaku telah mempertanyakan surat keterangan sakit kepada dokter yang memberikan surat keterangan sakit Hj Salmawati.

“Saya sudah pertanyakan itu ke dokter Ronal yang memberikan surat keterangan sakit itu, kata dokter Ronal. Ia datang  sebagai pasien, saya layani, terlepas terlepas dia berpura-pura atau apa, saya layani layaknya pasien,” tambahnya

Ketua DPC Gerindra menambahkan, dokter Ronal mengaku tidak kenal Ketua DPRD Jeneponto,Hj Salmawati dan Ibu Bupati Jeneponto

Menurutnya, pengakuan dokter Ronal dia tidak tahu Hj Salmawati bahkan Ibu Bupati pun dia tidak tahu kalau berpapasan, ini yang dokter Ronal bilang.

“Saya tidak kenal sebenarnya, siapa itu ibu salmawati, atau apa pekerjaannya, bahkan ibu bupati, mungkin kalau saya berpapasan, mungkin saya tidak kenal,” tutupnya.

Komentar

Rekomendasi

Musyawarah Rakyat di CCC Bakal Dihadiri Belasan Ribu Warga Makassar

Disebut Bakal Dampingi Danny Pomanto di Pilwali Makassar, AYP Bilang Begini

Hadiri Nikah Massal, Danny Pomanto Jadi Rebutan Selfie

Konvensi Hanura, Danny Pomanto Paparkan Pencapaiannya Memimpin Makassar

SBY Dikabarkan Lengser dari Jabatan Ketua Umum Demokrat, AHY Penggantinya?

Adnan Minta Restu Ibu dan Ziarah ke Makam Ayahnya Sebelum Deklarasi

Adnan-Kio Bakal Deklarasi, Warga Gowa Mulai Padati Gedung Haji Bate

Komisi E DPRD Sulsel Kunjungi RS Regional Hasri Ainun Habibie

Jadi Narasumber, JMS: Pemilik Ide dan Gagasan adalah Guru-guru Besar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar