Terkini.id – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar ekspose hasil siaran dan kesiapan Analog Switch Off (ASO), di Hotel Empress Makassar, Jumat 16 Desember 2022.
Ketua KPID Sulsel, Muhammad Hasrul Hasan mengatakan, pada kegiatan ini pihaknya akan membuka data hasil monitoring yang telah dilakukan oleh KPID Sulsel sepanjang tahun 2022.
“Selain itu Sulsel masuk tahapan ASO, seharusnya sejak 2 November lalu, sudah masuk namun karena bantuan pemerintah set box belum mencapai 60 persen jadi tertunda,” kata Asrul sapaan akrabnya.
Ia memaparkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Metadata Institute, di Sulsel tingkat jumlah penonton yang beralih dari analog ke digital sudah mencapai 50 persen.
“Makassar, Gowa dan Takalar penonton digital mencapai 50 persen,” paparnya.
- Taati Aturan KPI, Pj Gubernur Prof Zudan Lantik 7 Anggota KPID Sulsel Sesuai Usulan DPRD
- Dugaan Pelanggaran Seleksi KPID Sulsel: BK DPRD Lakukan Penyelidikan
- Wakil Ketua Timsel Pertanyakan DPRD Sulsel Belum Kirim Hasil Seleksi KPID ke Pemprov
- Kejaksaan Tinggi Dalami Dugaan Transaksional Seleksi Calon KPID Sulsel
- Koalisi Jurnalis dan Penyiaran Tolak Hasil Seleksi KPID Sulsel
Komisioner KPID Sulsel, Irwan Ade Saputra mengungkapkan, saat ini di sekretariat KPID Sulsel memiliki 10 orang staf yang bertugas memonitoring siaran selama 24 jam.
Selain memonitoring, pihaknya juga menerima beberapa aduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran penyiaran.
“Salah satu dugaan pelanggaran penyiaran yaitu, adanya Radio kesehatan sehingga kita panggil dan mereka sudah melakukan perbaikan penyiaran,” ungkapnya.
“Kalau pelanggaran TV, yang cukup menonjol adalah tidak mencantumkan logo kategori siaran dan tidak memaksimalkan siaran lokal, makanya kita surat. KPID mendorong agar konten lokal tetap menjadi perhatian,” ujarnya.
Sementara itu, Matan KPID KPID Sulsel, Alem Febri Sony mengimbau masyarakat dalam melakukan pengawasan agar lebih mengetahui yang mana siaran penting dan yang mana siaran yang tidak penting.
“Artinya masyarakat menjadi ujung tombak agar yang mana siaran yang layak dan yang mana tidak,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
