Ketum LSP3I Sulsel: Belajar Langsung Saja Sulit Dimengerti, Apalagi Daring

Ketum LSP3I Sulsel: Belajar Langsung Saja Sulit Dimengerti, Apalagi Daring

R
A.ZULFIKAR YUNUS
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Ketua Umum Lingkar Studi Pemuda Pemerhati Pendidikan Indonesia (LSP3I) Sulsel, Muh Fahrurozi mengkritik mekanisme pengajaran daring yang masih diterapkan di beberapa kabupaten/kota di Sulsel sampai hari ini menyusul adanya pembatasan sosial demi mencegah penyebaran virus covid-19.

Ditanya soal efektivitas pembelajaran secara daring, pria yang baru saja menjadi alumni UNM ini mengatakan bahwa pembelajaran daring sangat tidak efektif digunakan dalam proses pengajaran, terutama untuk siswa yang masih membutuhkan arahan dan pendampingan dari guru.

“Belajar secara langsung saja sulit dipahami oleh siswa, apalagi via daring. Jelas tidak evektiflah karena hanya memenuhi aspek kognitif saja, ini pun harus kita akui pelaksanaanya tidak maksimal. Tapi suka tidak suka, setidaknya ini lebih baik dari pada tidak sama sekali,” katanya pada Sabtu, 3 Oktober 2020.

“Dalam sistem pendidikan kita ada tiga aspek penilaian yang harus dipenuhi oleh siswa. Diantaranya aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Pendidikan sebagai sebuah proses belajar tidak cukup dengan hanya sekedar mengejar masalah kecerdasan atau kognitifnya saja,” lanjutnya.

Namun ia mengakui bahwa kebijakan ini dilakukan demi menjaga kebaikan bersama. Ia mengatakan bahwa tetap saja pengajar harus bisa berinovasi dalam rangka memaksimalkan pengajarannya via daring.

Baca Juga

“Banyak keluhan-keluhan yang kami himpun, kebanyakan mengatakan bahwa gurunya cenderung hanya menampilkan screen materi dengan sedikit pengantar pembahasan, selebihnya siswa diberikan tumpukan tugas-tugas. Parahnya ada juga keluhan yang mengatakan bahwa tidak sedikit guru yang hanya memberi tugas kepada siswa. Ini jelas-jelas tindakan penyelewengan, yang dirugikan bukan hanya siswanya, tapi masa depan emas bangsa ini sendiri,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa tidak ketatnya pengawasan membuat pengajar bertingkah semau-maunya. Oleh karena itu, ia meminta kepada pengawas agar benar-benar menjalankan fungsinya, dan memberikan dorongan kepada pengajar untuk menemukan inovasi-inovasi baru tentang teknik pengajaran via daring yang lebih efektif.

“Pengawas harusnya berperan aktif dan turun langsung dalam membaca keluhan-keluhan semacam ini. Jangan hanya menunggu dan melihat bukti administrasi di atas meja saja yang masih berpotensi dimanipulasi,” tegasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.