Terkini, Makassar – Sengketa lahan SDN Pajjaiang terus bergulir, mengancam masa depan pendidikan ratusan siswa.
Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan mencarikan solusi alternatif.
“Kami tidak akan membiarkan anak-anak kehilangan hak belajarnya,” tegas Muhyiddin, Selasa, 30 Juli 2024.
“Beberapa sekolah terdekat telah disiapkan untuk menampung para siswa yang terdampak.”
Pilihan jatuh pada SMP Negeri 16 dan SD Inpres Kalang Tubung 1. SMP Negeri 16 akan menyediakan 9 ruang kelas, sementara SD Inpres Kalang Tubung 1 akan digunakan pada sesi sore.
- Pemkab Luwu Timur Buka Suara soal Pengosongan Lahan PSN IHIP di Laoli: Kami Lakukan dengan Cara Humanis
- Semarak HUT ke-102, Perumda Air Minum Makassar Kolaborasi dengan Karang Taruna Gelar Donor Darah
- Tidak Ada Kerugian Negara, Dua Karyawan Bank Sulselbar Tetap Divonis Korupsi
- SMA Unggulan KKSS Bone Rintisan Andi Amran Sulaeman Luncurkan English Foundation Program
- Rakernas X IKAPROBSI Perkuat Peran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Ilmu Pengetahuan Global
Bahkan, gedung KNPI Provinsi pun tengah dipertimbangkan sebagai opsi tambahan.
“Prioritas kami adalah memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan lancar dan siswa mendapatkan fasilitas yang layak,” tambah Muhyiddin.
Rencana relokasi siswa telah tertuang dalam surat keputusan Dinas Pendidikan. SD Inpres Pajjaiang akan dipindahkan ke SD Inpres Kalang Tubung 1, sementara SD Negeri Pajjaiang dan SD Inpres Sudiang akan menempati SMP Negeri 16.
Untuk memastikan kelancaran proses pemindahan, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
“Kami targetkan proses belajar di sekolah baru bisa dimulai minggu depan,” ungkap Muhyiddin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
