Terkini, Makassar – Sengketa lahan SDN Pajjaiang terus bergulir, mengancam masa depan pendidikan ratusan siswa.
Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan mencarikan solusi alternatif.
“Kami tidak akan membiarkan anak-anak kehilangan hak belajarnya,” tegas Muhyiddin, Selasa, 30 Juli 2024.
“Beberapa sekolah terdekat telah disiapkan untuk menampung para siswa yang terdampak.”
Pilihan jatuh pada SMP Negeri 16 dan SD Inpres Kalang Tubung 1. SMP Negeri 16 akan menyediakan 9 ruang kelas, sementara SD Inpres Kalang Tubung 1 akan digunakan pada sesi sore.
- Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
- Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan
- Wali Kota Makassar Gandeng Sinar Jaya Bahas Bus Kota Terintegrasi Jalur Kampus
- Tersangka Bibit Nenas Sulsel Kembalikan Uang Rp3 Miliar ke Negara
- Deretan Top Scorer dan Best Player Warnai AAS Cup II 2026
Bahkan, gedung KNPI Provinsi pun tengah dipertimbangkan sebagai opsi tambahan.
“Prioritas kami adalah memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan lancar dan siswa mendapatkan fasilitas yang layak,” tambah Muhyiddin.
Rencana relokasi siswa telah tertuang dalam surat keputusan Dinas Pendidikan. SD Inpres Pajjaiang akan dipindahkan ke SD Inpres Kalang Tubung 1, sementara SD Negeri Pajjaiang dan SD Inpres Sudiang akan menempati SMP Negeri 16.
Untuk memastikan kelancaran proses pemindahan, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
“Kami targetkan proses belajar di sekolah baru bisa dimulai minggu depan,” ungkap Muhyiddin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
