Ketum PBNU Sebut Kepanjangan Nusantara, Chusnul: Pantas Kadrun Ga Setuju, Singkatannya Ada NU, Bukan FPI, HTI atau PKS

Ketum PBNU Sebut Kepanjangan Nusantara, Chusnul: Pantas Kadrun Ga Setuju, Singkatannya Ada NU, Bukan FPI, HTI atau PKS

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menanggapi soal kepanjangan kata “Nusantara” yang dibuat oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf.

Chusnul Chotimah menyinggung bahwa pantas saja kadrun tidak setuju Ibu Kota Negara (IKN) dinamai Nusantara sebab dalam singkatannya ada NU, bukan FPI, HTI, atau pun PKS.

Adapun Yahya Cholil menyebut bahwa Nusantara adalah singkatan NU, Santri, Pemerintah, dan Rakyat.

Ketum PBNU: Nusantara Itu Singkatan NU, Santri, Pemerintah, dan Rakyat,” kata Chusnul Chotimah mengutip judul berita melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 30 Januari 2022.

“Pantas Kadrun ga setuju, singkatannya ada NU bkn FPI, HTI atau PKS,” sambungnya.

Baca Juga

Sebagaimana diketahui, Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) nantinya akan bernama Nusantara.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengatakan Nusantara adalah singkatan dari NU, Santri, Pemerintah, dan Rakyat.

Hal ini ia sampaikan dalam live streaming YouTube “Istighotsah dan Pencanangan Kantor PBNU” pada Minggu, 30 Januari 2022.

“Itu kalau di Jawa orang akan bilang Nusantara itu singkatan dari NU, Santri, Pemerintahan, Rakyat,” ujar Yahya, dilansir dari Detik News.

Ia juga mengucapkan selamat kepada Plt Bupati Panajam Paser Utara, Hamdan Pongrewa atas terpilihnya Kabupaten Panajem Panser Utara sebagai ibu kota negara baru di tahun 2024.

Yahya meyakini bahwa masyarakat PPU di Sepaku tidak berpikiran bahwa wilayah mereka akan menjadi ibu kota negara.

“Tapi alhamdulillah tentunya daerah-daerah yang lain yang kepingin jadi ibu kota negara tidak dapat yang dapat malah nggak kepikiran, yaitu PPU dan Sepaku,” kata Yahya.

“Ini juga menjadi misteri tersendiri buat kita,” sambungnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.