Terkini.id, Polewali Mandar – Seorang nenek di Polman, hidup sebatang kara dan cuma berharap belas kasih tetangganya untuk bisa makan. Mirisnya, dia juga tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial, di tengah pandemi covid-19.
Sitti (65 Tahun), warga Desa Mammi, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat sudah hampir sebulan harus bertahan hidup dalam gubuk berukuran 2 x 3 meter yang nyaris ambruk.
Gubuk yang berdiri di atas lahan milik warga tersebut merupakan pemberian orang yang prihatin melihat kondisi Sitti. Sitti tinggal sendiri. Dia tidak memiliki suami dan anak.
“Awalnya saya tinggal bersama saudara, tidak jauh dari sini, kemarin ada warga yang kasihan, dia pinjamkan gardu bekas tempatnya berjualan untuk saya manfaatkan sebagai rumah tinggal,” ujar Sitti Selasa 5 Mei 2020 seperti dikutip dari detikcom.
Sehari-hari Sitti bekerja serabutan. Saat musim panen padi tiba, Sitti kerap berkeliling kampung mencari areal persawahan yang dipanen untuk mengumpulkan sisa-sisa padi yang berserakan. Padi tersebut akan dibawa pulang untuk dijemur dan dijadikan beras.
- Mendobrak Stigma, PT Vale Sukses Transformasi Kesetaraan Gender di Lingkungan Perusahaan dengan Optimal
- Kisah Ilham di Lokasi TMMD Ke-128 Jeneponto Menggetarkan Hati Danrem 141 Toddopuli
- Sentuhan Tulus TMMD ke-128: Kepedulian Mengalir Hangat ke Warga Jeneponto
- Gakkumhut Sulawesi Serahkan Tersangka Pemilik 24 Ekor Satwa Dilindungi di Manado, Segera Disidangkan
- AFT Hasanuddin Siaga, Pertamina Pastikan Pasokan Avtur Haji 2026 Aman
Namun, sejak musim panen usai, diperparah dengan mewabahnya virus Corona, Sitti kebingungan dan memaksanya untuk mengencangkan ikat pinggang demi bertahan hidup.
Nyaris tidak ada yang dapat Sitti lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Apalagi, sejak pemerintah mengeluarkan imbauan agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah demi memutus rantai penularan Corona.
“Sekarang saya tidak bisa berbuat apa-apa, untuk makan sehari-hari, saya mengandalkan belas kasih warga sekitar,” ujar Sitti.
Sitti mengungkapkan, pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Namun, sejak dokumen kependudukan miliknya musnah terbakar, bantuan yang diperolehnya juga ikut musnah.
“Dulu pernah dapat bantuan dari pemerintah, sekarang sudah tidak lagi, pernah saya tanyakan sama pak RT, jawabnya nama saya sudah tidak ada dalam data pusat,” katanya sambil mengusap dada.
Saat dikunjungi, Sitti terlihat sedang memasak sisa beras yang dimilikinya. Beras tersebut harus dimasak sesedikit mungkin agar dapur bisa kembali mengepul besok. Lantaran tidak ada uang untuk membeli lauk, Sitti memanfaatkan air sisa memasak nasi sebagai sayur serta sedikit garam untuk memberi rasa.
Di usianya yang tidak lagi muda, Sitti berharap mendapat sedikit dari pemerintah, apalagi di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
