KM Lambelu Dikarantina 2 Mil Dari Dermaga Makassar

Kapal Milik PT PELNI KM Lambelu dikarantina, di zona karantina atau 2 mil dari dermaga Pelabuhan Makassar, Kamis 9 April 2020.

Terkini.idKapal Milik PT PELNI KM Lambelu dikarantina, di zona karantina atau 2 mil dari dermaga Pelabuhan Makassar, Kamis 9 April 2020.

Kapal yang datang dari Maumere, Nusan Tenggara Timur ini dikarantina menyusul adanya dua ABK dan satu orang dari pihak mitra PLNI diduga terjangkit virus corona atau covid-19. 

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah mengatakan, kapal tersebut tiba di Makassar pada Rabu 8 April 2019, dengan membawa 146 penumpang. 

Saat ini, otoritas pelabuhan utama Makassar mengerahkan puluhan tenaga medis dari petugas kesehatan pelabuhan, dinas kesehatan provinsi dan Kota Makassar. 

“Kapal itu bisa sandar di dermaga kalau yang dicurigai covid-19 itu tidak terbukti. Tapi kalau ada yang positif akan dikarantina selama 14 hari. Tapi itu belum bisa dipastikan karena belum ada hasilnya,” kata Rahmatullah.

Baca juga:

Kepala Kantor KKP, Darmawali Handoko menambahkan, berdasarkan informasi dari Maumere hasil rapid tes, tiga orang diduga positif covid-19. 

Untuk meningkatkan kewaspadaan kapal tersebut dilarang sandar di dermaga dan semua penumpang termasuk crew kapal dikarantina dua mil.

Pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dan Kota Makassar diturunkan untuk memastikan  bahwa tidak proses penularan.

“Untuk hasil maksimalnya akan dilakukan tes swab dan PCR. Inti awalnya kita akan lakukan pemeriksaan ulang dan kami akan memililah apakah dia OTG, ODP, PDP dan positif,” tambahnya.

Komentar

Rekomendasi

Dishub Makassar Imbau Pengendara dan Pengusaha Angkutan Tetap Jalankan Protokol

Update 1 Juni Pasien Corona Covid-19 di Makassar

Hari Lahir Pancasila, Pj Wali Kota Makassar Komunikasi Video Bersama Presiden Jokowi

Update 30 Mei Pasien Corona Covid-19 di Makassar

Pj Wali Kota Makassar Tinjau Tempat Pengolahan Sampah

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar