Masuk

Koalisi Golkar, PAN dan PPP Dinilai Punya Peluang Besar di Pilkada di Sulsel

Komentar

Terkini.id – Pertemuan tiga pimpinan ketua partai politik yakni, Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe, Ketua PAN Sulsel  Ashabul Khafi dan Ketua PPP Sulsel Imam Fauzan, dianggap sebagai langka awal membangun komunikasi untuk koalisi pada momen politik kedepan.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Andi Lukman Irwan menilai, koalisi Partai Golkar, PAN dan PPP dinilai punya peluang menang besar baik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) semua tingkatan Sulsel.

Apalagi, untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pilkada kabupaten kota se-Sulsel, tiga Partai Politik (Parpol) ini memiliki tokoh-tokoh yang akan menjadi juru kunci kemenangan pada perta politik 2024 mendatang. 

Baca Juga: Peserta Apresiasi Pendidikan Politik Batch 2 Golkar Institute Sulsel

“Saya kira kalau dari sisi idelogi partai inikan di antara Golkar, PPP dan PAN ini sama-sama kemudian kelompok partai nasionalis, walaupun kemudian basis konstituennya adalah agama, tapi kalau kita lihat platform partai ini kelihatan berada pada satu frame ideologi yang sama kelompok nasionalis,” jelas Andi Lukman saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin 16 Mei 2022. 

Menurut dia, kolaborasi ketiga parpol tersebut memiliki peluang menjadi pemenang besar baik di Pilkada di Sulsel. Koalisi ini dianggap yang paling kuat dari koalisi lainnya. 

“Kalau tiga partai ini membangun koalisi misalnya untuk kontes Sulawesi Selatan, ini menjadi satu kekuatan yang sangat kuat, menjadi satu gerbong yang memiliki potensi untuk mampu memenangkan kontestasi,” beber Andi Lukman. 

Baca Juga: Selain Hadiri KIB di Makassar, Airlangga Diagendakan Hadiri Konsolidasi Pemenangan Pemilu Golkar Sulsel

Ditambah lagi dengan jejaring yang sangat kuat dari Golkar sampai ditingkat paling bawah, lebih-lebih pemilih-pemilih tradisional yang sangat loyal dengan partai berlambang pohon beringin rindang itu. Belum lagi bagaimana kekuatan dari PPP dan PAN yang masing-masing memiliki pemilih fanatik. 

“Saya kira ini menjadi keuntungan mesin politik yang sangat kuat secara elektoral. Dengan dukungan PPP dan PAN, saya kira dari sisih pemilih pun sudah pada kelompok pemilih tradisional, kemudian infrastruktur partai yang sudah sangat kuat sampai ditingkat jejaring bawah,” urainya. 

“Saya kira ini menjadi gerbong yang memiliki potensi untuk mampu memenangkan siapun nantinya yang akan diusung, tinggal bagaimana mampu memilih figur yang tepat untuk diajukan dalam kontestasi, konteks Pilgub Sulsel dan Pilkada kabupaten juga nantinya,” tambahnya.