Komentari Foto Novel Baswedan, Ferdinand: Itu Jenggot kok Mirip Taliban

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean mengomentari foto Novel Baswedan yang terpampang di sebuah artikel pemberitaan terkait permintaan penyidik senior itu untuk diangkat menjadi aparatur sipil negara atau ASN.

Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Selasa 24 Agustus 2021, mengaku tak berniat mengomentari soal permintaan Novel Baswedan yang ingin jadi ASN tersebut.

Namun, mantan politisi Partai Demokrat itu hanya ingin mengomentari foto Novel Baswedan dalam artikel pemberitaan itu.

Baca Juga: Heboh Syarat PCR Untuk Naik Pesawat, Ferdinand : Cukup Vaksinasi,...

“Saya tak berniat mengomentari isi beritanya, cuma bermaksud mengomentari fotonya,” cuit Ferdinand Hutahaean.

Menurutnya, perawakan jenggot Novel Baswedan dalam foto itu mirip ciri-ciri pengikut Taliban di Afghanistan.

Baca Juga: Tantang Deklarator Relawan Anies, Ferdinand: Saya Ajak Anda Debat Terbuka

Selain Novel, Ferdinand juga menilai serupa sosok pria yang berada di belakang Novel Baswedan dalam foto tersebut.

“Itu JENGGOT koq bisa mirip taliban ya? Yang dibelakang juga,” tuturnya.

Dalam kicauannya itu, Ferdinand Hutahaean juga menyertakan link artikel pemberitaan berjudul “Novel Baswedan dkk Surati Presiden Jokowi Minta Diangkat Jadi ASN” yang dimuat situs VOI.

Baca Juga: Tantang Deklarator Relawan Anies, Ferdinand: Saya Ajak Anda Debat Terbuka

Pada isi pemberitaan itu diwartakan, sebanyak 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) termasuk Novel Baswedan mengirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Perwakilan 57 pegawai KPK yang dinyatakan tak lolos TWK tersebut, Hotman Tambunan mengatakan pihaknya mengirim surat untuk meminta pengangkatan menjadi ASN.

Adapun permintaan Novel Baswedan dkk itu didasari hasil pemeriksaan Ombudsman RI dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

“Surat ini meminta pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara kepada Presiden dan hal yang mendasari surat pegawai ini adalah hasil pemeriksaan dua lembaga negara,” ujarnya.

Bagikan